<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3171362060671511485</id><updated>2011-07-21T23:14:37.267-07:00</updated><title type='text'>race to stop global warming</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://racetostopglobalwarming.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3171362060671511485/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://racetostopglobalwarming.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ardikiDd</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01504571003169781399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_-ko6Ju5PIYk/StVvAZHHpeI/AAAAAAAAADQ/wNzF7avoCgU/S220/DSCN3423.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3171362060671511485.post-982165128666766045</id><published>2009-03-29T07:46:00.000-07:00</published><updated>2009-03-29T07:57:44.963-07:00</updated><title type='text'>KITA PERLU KENAL PENYEBANYA</title><content type='html'>&lt;h3 style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Efek&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; ru&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;mah&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;ka&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);"&gt;ca&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian  besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk &lt;a class="mw-redirect" title="Cahaya tampak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cahaya_tampak"&gt;cahaya tampak&lt;/a&gt;. Ketika  energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang  menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan  kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi &lt;a class="mw-redirect" title="Infra merah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Infra_merah"&gt;infra  merah&lt;/a&gt; gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap  terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah &lt;a title="Gas rumah kaca" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_rumah_kaca"&gt;gas  rumah kaca&lt;/a&gt; antara lain &lt;a title="Uap air" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uap_air"&gt;uap air&lt;/a&gt;, &lt;a title="Karbon dioksida" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbon_dioksida"&gt;karbon dioksida&lt;/a&gt;, dan &lt;a title="Metana" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Metana"&gt;metana&lt;/a&gt; yang menjadi  perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali  radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan  tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga  mengakibatkan suhu rata-rata tahunan &lt;a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi"&gt;bumi&lt;/a&gt; terus meningkat.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam &lt;a title="Rumah kaca" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_kaca"&gt;rumah kaca&lt;/a&gt;. Dengan semakin  meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang  terperangkap di bawahnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di  bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan temperatur  rata-rata sebesar 15 °C (59 °F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59  °F)dari temperaturnya semula, jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18  °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi sebaliknya,  apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan  pemanasan global.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;a id="Efek_umpan_balik" name="Efek_umpan_balik"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3 style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Efek&lt;/span&gt; um&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;pan&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;ba&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;lik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Anasir penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan  balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan &lt;a title="Air" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Air"&gt;air&lt;/a&gt;. Pada kasus pemanasan akibat  bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;, pemanasan pada awalnya  akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air  sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah  jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap  air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh  akibat gas CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan  kandungan air absolut di udara, &lt;a title="Kelembaban relatif" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kelembaban_relatif"&gt;kelembaban relatif&lt;/a&gt;  udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi  menghangat).&lt;sup class="reference" id="cite_ref-soden1_2-0"&gt;&lt;a title="" href="#cite_note-soden1-2"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Umpan balik ini hanya berdampak secara  perlahan-lahan karena CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; memiliki usia yang panjang di atmosfer.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Efek umpan balik karena pengaruh &lt;a title="Awan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Awan"&gt;awan&lt;/a&gt; sedang menjadi objek  penelitian saat ini. Bila dilihat dari bawah, awan akan memantulkan kembali  radiasi infra merah ke permukaan, sehingga akan meningkatkan efek pemanasan.  Sebaliknya bila dilihat dari atas, awan tersebut akan memantulkan sinar Matahari  dan radiasi infra merah ke angkasa, sehingga meningkatkan efek pendinginan.  Apakah efek netto-nya menghasilkan pemanasan atau pendinginan tergantung pada  beberapa detail-detail tertentu seperti tipe dan ketinggian awan tersebut.  Detail-detail ini sulit direpresentasikan dalam model iklim, antara lain karena  awan sangat kecil bila dibandingkan dengan jarak antara batas-batas  komputasional dalam model iklim (sekitar 125 hingga 500 km untuk model yang  digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat). Walaupun demikian, umpan balik  awan berada pada peringkat dua bila dibandingkan dengan umpan balik uap air dan  dianggap positif (menambah pemanasan) dalam semua model yang digunakan dalam  Laporan Pandangan IPCC ke Empat.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-soden1_2-1"&gt;&lt;a title="" href="#cite_note-soden1-2"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya  (&lt;i&gt;&lt;a title="Albedo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Albedo"&gt;albedo&lt;/a&gt;)&lt;/i&gt;  oleh es.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-3"&gt;&lt;a title="" href="#cite_note-3"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Ketika temperatur global meningkat, es yang  berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersamaan  dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air dibawahnya akan terbuka. Baik  daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila  dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi  Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es  yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Umpan balik positif akibat terlepasnya CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; dan CH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; dari  melunaknya tanah beku &lt;i&gt;(&lt;a class="new" title="Permafrost (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Permafrost&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;permafrost&lt;/a&gt;)&lt;/i&gt;  adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es  yang meleleh juga akan melepas CH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; yang juga menimbulkan umpan balik  positif.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia  menghangat, hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona  mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan &lt;a title="Diatom" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diatom"&gt;diatom&lt;/a&gt; daripada &lt;a title="Fitoplankton" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fitoplankton"&gt;fitoplankton&lt;/a&gt; yang merupakan  penyerap karbon yang rendah.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-4"&gt;&lt;a title="" href="#cite_note-4"&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;a id="Variasi_Matahari" name="Variasi_Matahari"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3 style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Vari&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;asi &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Mat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;ah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;ari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="font-family: arial;"&gt;Terdapat hipotesa yang menyatakan bahwa variasi dari Matahari, dengan  kemungkinan diperkuat oleh umpan balik dari awan, dapat memberi kontribusi dalam  pemanasan saat ini.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-5"&gt;&lt;a title="" href="#cite_note-5"&gt;[6]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Perbedaan antara mekanisme ini dengan  pemanasan akibat efek rumah kaca adalah meningkatnya aktivitas Matahari akan  memanaskan &lt;a title="Stratosfer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Stratosfer"&gt;stratosfer&lt;/a&gt; sebaliknya efek  rumah kaca akan mendinginkan stratosfer. Pendinginan stratosfer bagian bawah  paling tidak telah diamati sejak tahun 1960,&lt;sup class="reference" id="cite_ref-6"&gt;&lt;a title="" href="#cite_note-6"&gt;[7]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; yang tidak akan  terjadi bila aktivitas Matahari menjadi kontributor utama pemanasan saat ini.  (Penipisan &lt;a title="Lapisan ozon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lapisan_ozon"&gt;lapisan ozon&lt;/a&gt; juga dapat  memberikan efek pendinginan tersebut tetapi penipisan tersebut terjadi mulai  akhir tahun 1970-an.) Fenomena variasi Matahari dikombinasikan dengan aktivitas  gunung berapi mungkin telah memberikan efek pemanasan dari masa pra-industri  hingga tahun 1950, serta efek pendinginan sejak tahun 1950.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-7"&gt;&lt;a title="" href="#cite_note-7"&gt;[8]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup class="reference" id="cite_ref-8"&gt;&lt;a title="" href="#cite_note-8"&gt;[9]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Ada beberapa hasil penelitian yang menyatakan bahwa kontribusi Matahari  mungkin telah diabaikan dalam pemanasan global. Dua ilmuan dari &lt;i&gt;Duke  University&lt;/i&gt; mengestimasikan bahwa Matahari mungkin telah berkontribusi  terhadap 45-50% peningkatan temperatur rata-rata global selama periode  1900-2000, dan sekitar 25-35% antara tahun 1980 dan 2000.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-9"&gt;&lt;a title="" href="#cite_note-9"&gt;[10]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Stott dan rekannya  mengemukakan bahwa model iklim yang dijadikan pedoman saat ini membuat estimasi  berlebihan terhadap efek gas-gas rumah kaca dibandingkan dengan pengaruh  Matahari; mereka juga mengemukakan bahwa efek pendinginan dari debu vulkanik dan  aerosol sulfat juga telah dipandang remeh.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-10"&gt;&lt;a title="" href="#cite_note-10"&gt;[11]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Walaupun demikian, mereka  menyimpulkan bahwa bahkan dengan meningkatkan sensitivitas iklim terhadap  pengaruh Matahari sekalipun, sebagian besar pemanasan yang terjadi pada  dekade-dekade terakhir ini disebabkan oleh gas-gas rumah kaca.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Pada tahun 2006, sebuah tim ilmuan dari &lt;a title="Amerika Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat"&gt;Amerika Serikat&lt;/a&gt;, &lt;a title="Jerman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jerman"&gt;Jerman&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Swiss" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Swiss"&gt;Swiss&lt;/a&gt; menyatakan bahwa  mereka tidak menemukan adanya peningkatan tingkat "keterangan" dari Matahari  pada seribu tahun terakhir ini. Siklus Matahari hanya memberi peningkatan kecil  sekitar 0,07% dalam tingkat "keterangannya" selama 30 tahun terakhir. Efek ini  terlalu kecil untuk berkontribusi terhadap pemansan global.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-11"&gt;&lt;a title="" href="#cite_note-11"&gt;[12]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup class="reference" id="cite_ref-12"&gt;&lt;a title="" href="#cite_note-12"&gt;[13]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  Sebuah penelitian oleh Lockwood dan Fröhlich menemukan bahwa tidak ada hubungan  antara pemanasan global dengan variasi Matahari sejak tahun 1985, baik melalui  variasi dari output Matahari maupun variasi dalam sinar kosmis.&lt;sup class="reference" id="cite_ref-13"&gt;&lt;a title="" href="#cite_note-13"&gt;[14]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;a id="Peternakan_.28konsumsi_daging.29" name="Peternakan_.28konsumsi_daging.29"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3 style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 0);"&gt;Peter&lt;/span&gt;nakan&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;(kon&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;sum&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;si&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;dagi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;ng)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Dalam laporan terbaru, Fourth Assessment Report, yang dikeluarkan oleh  Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), satu badan PBB yang terdiri  dari 1.300 ilmuwan dari seluruh dunia, terungkap bahwa 90% aktivitas manusia  selama 250 tahun terakhir inilah yang membuat planet kita semakin panas. Sejak  Revolusi Industri, tingkat karbon dioksida beranjak naik mulai dari 280 ppm  menjadi 379 ppm dalam 150 tahun terakhir. Tidak main-main, peningkatan  konsentrasi CO2 di atmosfer Bumi itu tertinggi sejak 650.000 tahun terakhir!  IPCC juga menyimpulkan bahwa 90% gas rumah kaca yang dihasilkan manusia, seperti  karbon dioksida, metana, dan dinitrogen oksida, khususnya selama 50 tahun ini,  telah secara drastis menaikkan suhu Bumi. Sebelum masa industri, aktivitas  manusia tidak banyak mengeluarkan gas rumah kaca, tetapi pertambahan penduduk,  pembabatan hutan, industri peternakan, dan penggunaan bahan bakar fosil  menyebabkan gas rumah kaca di atmosfer bertambah banyak dan menyumbang pada  pemanasan global.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Penelitian yang telah dilakukan para ahli selama beberapa dekade terakhir ini  menunjukkan bahwa ternyata makin panasnya planet bumi dan berubahnya sistem  iklim di bumi terkait langsung dengan gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh  aktifitas manusia. Khusus untuk mengawasi sebab dan dampak yang dihasilkan oleh  pemanasan global, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) membentuk sebuah kelompok  peneliti yang disebut dengan Panel Antarpemerintah Tentang Perubahan Iklim atau  disebut International Panel on Climate Change (IPCC). Setiap beberapa tahun  sekali, ribuan ahli dan peneliti-peneliti terbaik dunia yang tergabung dalam  IPCC mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan penemuan-penemuan terbaru yang  berhubungan dengan pemanasan global, dan membuat kesimpulan dari laporan dan  penemuan- penemuan baru yang berhasil dikumpulkan, kemudian membuat persetujuan  untuk solusi dari masalah tersebut . Salah satu hal pertama yang mereka temukan  adalah bahwa beberapa jenis gas rumah kaca bertanggung jawab langsung terhadap  pemanasan yang kita alami, dan manusialah kontributor terbesar dari terciptanya  gas-gas rumah kaca tersebut. Kebanyakan dari gas rumah kaca ini dihasilkan oleh  peternakan, pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor, pabrik-pabrik  modern, pembangkit tenaga listrik, serta pembabatan hutan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Tetapi, menurut Laporan Perserikatan Bangsa Bangsa tentang peternakan dan  lingkungan yang diterbitkan pada tahun 2006 mengungkapkan bahwa, "industri  peternakan adalah penghasil emisi gas rumah kaca yang terbesar (18%), jumlah ini  lebih banyak dari gabungan emisi gas rumah kaca seluruh transportasi di seluruh  dunia (13%). " Hampir seperlima (20 persen) dari emisi karbon berasal dari  peternakan. Jumlah ini melampaui jumlah emisi gabungan yang berasal dari semua  kendaraan di dunia!&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Sektor peternakan telah menyumbang 9 persen karbon dioksida, 37 persen gas  metana (mempunyai efek pemanasan 72 kali lebih kuat dari CO2 dalam jangka 20  tahun, dan 23 kali dalam jangka 100 tahun), serta 65 persen dinitrogen oksida  (mempunyai efek pemanasan 296 kali lebih lebih kuat dari CO2). Peternakan juga  menimbulkan 64 persen amonia yang dihasilkan karena campur tangan manusia  sehingga mengakibatkan hujan asam.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Peternakan juga telah menjadi penyebab utama dari kerusakan tanah dan polusi  air. Saat ini peternakan menggunakan 30 persen dari permukaan tanah di Bumi, dan  bahkan lebih banyak lahan serta air yang digunakan untuk menanam makanan ternak.  Menurut laporan Bapak Steinfeld, pengarang senior dari Organisasi Pangan dan  Pertanian, Dampak Buruk yang Lama dari Peternakan - Isu dan Pilihan Lingkungan  (Livestock's Long Shadow-Environmental Issues and Options), peternakan adalah  "penggerak utama dari penebangan hutan .... kira-kira 70 persen dari bekas hutan  di Amazon telah dialih-fungsikan menjadi ladang ternak. Selain itu, ladang pakan  ternak telah menurunkan mutu tanah. Kira-kira 20 persen dari padang rumput turun  mutunya karena pemeliharaan ternak yang berlebihan, pemadatan, dan erosi.  Peternakan juga bertanggung jawab atas konsumsi dan polusi air yang sangat  banyak. Di Amerika Serikat sendiri, trilyunan galon air irigasi digunakan untuk  menanam pakan ternak setiap tahunnya. Sekitar 85 persen dari sumber air bersih  di Amerika Serikat digunakan untuk itu. Ternak juga menimbulkan limbah biologi  berlebihan bagi ekosistem.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Konsumsi air untuk menghasilkan satu kilo makanan dalam pertanian pakan  ternak di Amerika Serikat&lt;/p&gt; &lt;table style="font-family: arial;" class="wikitable"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;1 kg daging&lt;/th&gt; &lt;th&gt;Air (liter)&lt;/th&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;Daging sapi&lt;/td&gt; &lt;td&gt;1.000.000&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;Babi&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.260&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;Ayam&lt;/td&gt; &lt;td&gt;12.665&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;Kedelai&lt;/td&gt; &lt;td&gt;2.000&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;Beras&lt;/td&gt; &lt;td&gt;1.912&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;Kentang&lt;/td&gt; &lt;td&gt;500&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;Gandum&lt;/td&gt; &lt;td&gt;200&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;Slada&lt;/td&gt; &lt;td&gt;180&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;Selain kerusakan terhadap lingkungan dan ekosistem, tidak sulit untuk  menghitung bahwa industri ternak sama sekali tidak hemat energi. Industri ternak  memerlukan energi yang berlimpah untuk mengubah ternak menjadi daging di atas  meja makan orang. Untuk memproduksi satu kilogram daging, telah menghasilkan  emisi karbon dioksida sebanyak 36,4 kilo. Sedangkan untuk memproduksi satu  kalori protein, kita hanya memerlukan dua kalori bahan bakar fosil untuk  menghasilkan kacang kedelai, tiga kalori untuk jagung dan gandum; akan tetapi  memerlukan 54 kalori energi minyak tanah untuk protein daging sapi!&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Itu berarti kita telah memboroskan bahan bakar fosil 27 kali lebih banyak  hanya untuk membuat sebuah hamburger daripada konsumsi yang diperlukan untuk  membuat hamburger dari kacang kedelai!&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Dengan menggabungkan biaya energi, konsumsi air, penggunaan lahan, polusi  lingkungan, kerusakan ekosistem, tidaklah mengherankan jika satu orang berdiet  daging dapat memberi makan 15 orang berdiet tumbuh-tumbuhan atau lebih.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;Marilah sekarang kita membahas apa saja yang menjadi sumber gas rumah  kaca yang menyebabkan pemanasan global.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Anda mungkin penasaran bagian mana dari sektor peternakan yang menyumbang  emisi gas rumah kaca. &lt;b&gt;Berikut garis besarnya menurut FAO:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;1. Emisi karbon dari pembuatan pakan ternak&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;a. Penggunaan bahan bakar fosil dalam pembuatan pupuk menyumbang 41 juta ton  CO2 setiap tahunnya&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;b. Penggunaan bahan bakar fosil di peternakan menyumbang 90 juta ton CO2 per  tahunnya (misal diesel atau LPG)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;c. Alih fungsi lahan yang digunakan untuk peternakan menyumbang 2,4 milyar  ton CO2 per tahunnya, termasuk di sini lahan yang diubah untuk merumput ternak,  lahan yang diubah untuk menanam kacang kedelai sebagai makanan ternak, atau  pembukaan hutan untuk lahan peternakan&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;d. Karbon yang terlepas dari pengolahan tanah pertanian untuk pakan ternak  (misal jagung, gandum, atau kacang kedelai) dapat mencapai 28 juta CO2 per  tahunnya. Perlu Anda ketahui, setidaknya 80% panen kacang kedelai dan 50% panen  jagung di dunia digunakan sebagai makanan ternak.7&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;e. Karbon yang terlepas dari padang rumput karena terkikis menjadi gurun  menyumbang 100 juta ton CO2 per tahunnya 2. Emisi karbon dari sistem pencernaan  hewan&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;a. Metana yang dilepaskan dalam proses pencernaan hewan dapat mencapai 86  juta ton per tahunnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;b. Metana yang terlepas dari pupuk kotoran hewan dapat mencapai 18 juta ton  per tahunnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;3. Emisi karbon dari pengolahan dan pengangkutan daging hewan ternak ke  konsumen&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;a. Emisi CO2 dari pengolahan daging dapat mencapai puluhan juta ton per  tahun.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;b. Emisi CO2 dari pengangkutan produk hewan ternak dapat mencapai lebih dari  0,8 juta ton per tahun.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian di atas, Anda bisa melihat besaran sumbangan emisi gas rumah  kaca yang dihasilkan dari tiap komponen sektor peternakan. Di Australia, emisi  gas rumah kaca dari sektor peternakan lebih besar dari pembangkit listrik tenaga  batu bara. Dalam kurun waktu 20 tahun, sektor peternakan Australia menyumbang 3  juta ton metana setiap tahun (setara dengan 216 juta ton CO2), sedangkan sektor  pembangkit listrik tenaga batu bara menyumbang 180 juta ton CO2 per  tahunnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Tahun lalu, penyelidik dari Departemen Sains Geofisika (Department of  Geophysical Sciences) Universitas Chicago, Gidon Eshel dan Pamela Martin, juga  menyingkap hubungan antara produksi makanan dan masalah lingkungan. Mereka  mengukur jumlah gas rumah kaca yang disebabkan oleh daging merah, ikan, unggas,  susu, dan telur, serta membandingkan jumlah tersebut dengan seorang yang berdiet  vegan. Mereka menemukan bahwa jika diet standar Amerika beralih ke diet  tumbuh-tumbuhan, maka akan dapat mencegah satu setengah ton emisi gas rumah kaca  ektra per orang per tahun. Kontrasnya, beralih dari sebuah sedan standar seperti  Toyota Camry ke sebuah Toyota Prius hibrida menghemat kurang lebih satu ton  emisi CO2.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol class="references"&gt;&lt;li id="cite_note-grida7-0"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;^&lt;/b&gt; &lt;a title="" href="#cite_ref-grida7_0-0"&gt;&lt;sup&gt;a&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt; &lt;a title="" href="#cite_ref-grida7_0-1"&gt;&lt;sup&gt;b&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt; &lt;a title="" href="#cite_ref-grida7_0-2"&gt;&lt;sup&gt;c&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt; &lt;a title="" href="#cite_ref-grida7_0-3"&gt;&lt;sup&gt;d&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt; &lt;cite style="font-style: normal;"&gt;&lt;a class="external text" title="http://www.ipcc.ch/SPM2feb07.pdf" href="http://www.ipcc.ch/SPM2feb07.pdf" rel="nofollow"&gt;Summary for  Policymakers&lt;/a&gt;. (&lt;a title="Portable Document Format" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Portable_Document_Format"&gt;PDF&lt;/a&gt;) &lt;i&gt;Climate  Change 2007: The Physical Science Basis. Contribution of Working Group I to the  Fourth Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change&lt;/i&gt;.  &lt;a class="mw-redirect" title="Intergovernmental Panel on Climate Change" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Intergovernmental_Panel_on_Climate_Change"&gt;Intergovernmental  Panel on Climate Change&lt;/a&gt;. Diakses pada 02-02-2007&lt;/cite&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li id="cite_note-1"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a title="" href="#cite_ref-1"&gt;^&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;a class="external text" title="http://www.foxnews.com/story/0,2933,295272,00.html" href="http://www.foxnews.com/story/0,2933,295272,00.html" rel="nofollow"&gt;NASA:  Global Warming to Cause More Severe Tornadoes, Storms&lt;/a&gt;, Fox News, August 31,  2007.  &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li id="cite_note-soden1-2"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;^&lt;/b&gt; &lt;a title="" href="#cite_ref-soden1_2-0"&gt;&lt;sup&gt;a&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt; &lt;a title="" href="#cite_ref-soden1_2-1"&gt;&lt;sup&gt;b&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt; &lt;cite style="font-style: normal;"&gt;Soden, Brian J., Held, Isacc M. (01-11-2005). &lt;a class="external text" title="http://www.gfdl.noaa.gov/reference/bibliography/2006/bjs0601.pdf" href="http://www.gfdl.noaa.gov/reference/bibliography/2006/bjs0601.pdf" rel="nofollow"&gt;"An Assessment of Climate Feedbacks in Coupled Ocean-Atmosphere  Models"&lt;/a&gt; (&lt;a title="Portable Document Format" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Portable_Document_Format"&gt;PDF&lt;/a&gt;). &lt;i&gt;&lt;a class="new" title="Journal of Climate (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Journal_of_Climate&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Journal  of Climate&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; &lt;b&gt;19&lt;/b&gt; (14) Diakses pada 21 April 2007.&lt;/cite&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li id="cite_note-3"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a title="" href="#cite_ref-3"&gt;^&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;cite style="font-style: normal;"&gt;Stocker, Thomas F.; &lt;i&gt;et al.&lt;/i&gt; &lt;a class="external text" title="http://www.grida.no/climate/ipcc_tar/wg1/295.htm" href="http://www.grida.no/climate/ipcc_tar/wg1/295.htm" rel="nofollow"&gt;7.5.2 Sea  Ice&lt;/a&gt;. &lt;i&gt;Climate Change 2001: The Scientific Basis. Contribution of Working  Group I to the Third Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate  Change&lt;/i&gt;. &lt;a class="mw-redirect" title="Intergovernmental Panel on Climate Change" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Intergovernmental_Panel_on_Climate_Change"&gt;Intergovernmental  Panel on Climate Change&lt;/a&gt;. Diakses pada 11-02-2007&lt;/cite&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li id="cite_note-4"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a title="" href="#cite_ref-4"&gt;^&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; Buesseler, K.O.,  C.H. Lamborg, P.W. Boyd, P.J. Lam, T.W. Trull, R.R. Bidigare, J.K.B. Bishop,  K.L. Casciotti, F. Dehairs, M. Elskens, M. Honda, D.M. Karl, D.A. Siegel, M.W.  Silver, D.K. Steinberg, J. Valdes, B. Van Mooy, S. Wilson. (2007) "Revisiting  carbon flux through the ocean's twilight zone." &lt;i&gt;&lt;a class="new" title="Science (journal) (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Science_%28journal%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Science&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;  &lt;b&gt;316&lt;/b&gt;: 567-570.  &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li id="cite_note-5"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a title="" href="#cite_ref-5"&gt;^&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;cite style="font-style: normal;"&gt;Marsh, Nigel, Henrik, Svensmark (November 2000). &lt;a class="external text" title="http://www.dsri.dk/~hsv/SSR_Paper.pdf" href="http://www.dsri.dk/%7Ehsv/SSR_Paper.pdf" rel="nofollow"&gt;"Cosmic Rays,  Clouds, and Climate"&lt;/a&gt; (&lt;a title="Portable Document Format" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Portable_Document_Format"&gt;PDF&lt;/a&gt;). &lt;i&gt;Space  Science Reviews&lt;/i&gt; &lt;b&gt;94&lt;/b&gt;: 215-230. &lt;a class="mw-redirect" title="Digital object identifier" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Digital_object_identifier"&gt;DOI&lt;/a&gt;:&lt;a class="external text" title="http://dx.doi.org/10.1023/A:1026723423896" href="http://dx.doi.org/10.1023/A:1026723423896" rel="nofollow"&gt;10.1023/A:1026723423896&lt;/a&gt; Diakses pada 17 April 2007.&lt;/cite&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li id="cite_note-6"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a title="" href="#cite_ref-6"&gt;^&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;cite style="font-style: normal;"&gt;&lt;a class="external text" title="http://www.grida.no/climate/ipcc_tar/wg1/fig2-12.htm" href="http://www.grida.no/climate/ipcc_tar/wg1/fig2-12.htm" rel="nofollow"&gt;Climate  Change 2001:Working Group I: The Scientific Basis (Fig. 2.12)&lt;/a&gt;. Diakses pada  08-05-2007&lt;/cite&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li id="cite_note-7"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a title="" href="#cite_ref-7"&gt;^&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;cite style="font-style: normal;"&gt;Hegerl, Gabriele C.; &lt;i&gt;et al.&lt;/i&gt; &lt;a class="external text" title="http://ipcc-wg1.ucar.edu/wg1/Report/AR4WG1_Ch09.pdf" href="http://ipcc-wg1.ucar.edu/wg1/Report/AR4WG1_Ch09.pdf" rel="nofollow"&gt;Understanding and Attributing Climate Change&lt;/a&gt;. (&lt;a title="Portable Document Format" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Portable_Document_Format"&gt;PDF&lt;/a&gt;) &lt;i&gt;Climate  Change 2007: The Physical Science Basis. Contribution of Working Group I to the  Fourth Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change&lt;/i&gt;.  &lt;a class="mw-redirect" title="Intergovernmental Panel on Climate Change" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Intergovernmental_Panel_on_Climate_Change"&gt;Intergovernmental  Panel on Climate Change&lt;/a&gt;. Diakses pada 20-05-2007 Kutipan: Recent estimates  (Figure 9.9) indicate a relatively small combined effect of natural forcings on  the global mean temperature evolution of the seconds half of the 20th century,  with a small net cooling from the combined effects of solar and volcanic  forcings&lt;/cite&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li id="cite_note-8"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a title="" href="#cite_ref-8"&gt;^&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;cite style="font-style: normal;"&gt;Ammann, Caspar, &lt;i&gt;et al.&lt;/i&gt; (06-04-2007). &lt;a class="external text" title="http://www.pnas.org/cgi/reprint/104/10/3713" href="http://www.pnas.org/cgi/reprint/104/10/3713" rel="nofollow"&gt;"Solar influence  on climate during the past millennium: Results from ransient simulations with  the NCAR Climate Simulation Model"&lt;/a&gt;. &lt;i&gt;Proceedings of the National Academy  of Sciences of the United States of America&lt;/i&gt; &lt;b&gt;104&lt;/b&gt; (10):  3713-3718.&lt;/cite&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li id="cite_note-9"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a title="" href="#cite_ref-9"&gt;^&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;cite style="font-style: normal;"&gt;Scafetta, Nicola, West, Bruce J. (09-03-2006). &lt;a class="external text" title="http://www.fel.duke.edu/~scafetta/pdf/2005GL025539.pdf" href="http://www.fel.duke.edu/%7Escafetta/pdf/2005GL025539.pdf" rel="nofollow"&gt;"Phenomenological solar contribution to the 1900-2000 global  surface warming"&lt;/a&gt; (&lt;a title="Portable Document Format" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Portable_Document_Format"&gt;PDF&lt;/a&gt;). &lt;i&gt;&lt;a class="new" title="Geophysical Research Letters (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Geophysical_Research_Letters&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Geophysical  Research Letters&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; &lt;b&gt;33&lt;/b&gt; (5). &lt;a class="mw-redirect" title="Digital object identifier" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Digital_object_identifier"&gt;DOI&lt;/a&gt;:&lt;a class="external text" title="http://dx.doi.org/10.1029/2005GL025539" href="http://dx.doi.org/10.1029/2005GL025539" rel="nofollow"&gt;10.1029/2005GL025539&lt;/a&gt;. L05708 Diakses pada 8 Mei 2007.&lt;/cite&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li id="cite_note-10"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a title="" href="#cite_ref-10"&gt;^&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;cite style="font-style: normal;"&gt;Stott, Peter A., &lt;i&gt;et al.&lt;/i&gt; (03-12-2003). &lt;a class="external text" title="http://climate.envsci.rutgers.edu/pdf/StottEtAl.pdf" href="http://climate.envsci.rutgers.edu/pdf/StottEtAl.pdf" rel="nofollow"&gt;"Do  Models Underestimate the Solar Contribution to Recent Climate Change?"&lt;/a&gt;.  &lt;i&gt;&lt;a class="new" title="Journal of Climate (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Journal_of_Climate&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Journal  of Climate&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; &lt;b&gt;16&lt;/b&gt; (24): 4079-4093. &lt;a class="mw-redirect" title="Digital object identifier" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Digital_object_identifier"&gt;DOI&lt;/a&gt;:&lt;a class="external text" title="http://dx.doi.org/10.1175/1520-0442(2003)016%3C4079:DMUTSC%3E2.0.CO;2" href="http://dx.doi.org/10.1175/1520-0442%282003%29016%3C4079:DMUTSC%3E2.0.CO;2" rel="nofollow"&gt;10.1175/1520-0442(2003)016%3C4079:DMUTSC%3E2.0.CO;2&lt;/a&gt; Diakses  pada 16 April 2007.&lt;/cite&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li id="cite_note-11"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a title="" href="#cite_ref-11"&gt;^&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;cite style="font-style: normal;"&gt;Foukal, Peter, &lt;i&gt;et al.&lt;/i&gt; (14-09-2006). &lt;a class="external text" title="http://www.nature.com/nature/journal/v443/n7108/abs/nature05072.html" href="http://www.nature.com/nature/journal/v443/n7108/abs/nature05072.html" rel="nofollow"&gt;"Variations in solar luminosity and their effect on the Earth's  climate."&lt;/a&gt;. &lt;i&gt;&lt;a title="Nature" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nature"&gt;Nature&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; Diakses pada 16 April  2007.&lt;/cite&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li id="cite_note-12"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a title="" href="#cite_ref-12"&gt;^&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;cite style="font-style: normal;"&gt;&lt;a class="external text" title="http://www.ucar.edu/news/releases/2006/brightness.shtml#" href="http://www.ucar.edu/news/releases/2006/brightness.shtml#" rel="nofollow"&gt;Changes in Solar Brightness Too Weak to Explain Global Warming&lt;/a&gt;.  &lt;a class="new" title="National Center for Atmospheric Research (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=National_Center_for_Atmospheric_Research&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;National  Center for Atmospheric Research&lt;/a&gt;. Diakses pada 13-07-2007&lt;/cite&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li id="cite_note-13"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a title="" href="#cite_ref-13"&gt;^&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;cite style="font-style: normal;"&gt;Lockwood, Mike, Claus Fröhlich. &lt;a class="external text" title="http://www.pubs.royalsoc.ac.uk/media/proceedings_a/rspa20071880.pdf" href="http://www.pubs.royalsoc.ac.uk/media/proceedings_a/rspa20071880.pdf" rel="nofollow"&gt;"Recent oppositely directed trends in solar climate forcings and  the global mean surface air temperature"&lt;/a&gt;. &lt;i&gt;Proceedings of the Royal  Society A&lt;/i&gt;. &lt;a class="mw-redirect" title="Digital object identifier" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Digital_object_identifier"&gt;DOI&lt;/a&gt;:&lt;a class="external text" title="http://dx.doi.org/10.1098/rspa.2007.1880" href="http://dx.doi.org/10.1098/rspa.2007.1880" rel="nofollow"&gt;10.1098/rspa.2007.1880&lt;/a&gt; Diakses pada 21 Juli 2007.&lt;/cite&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3171362060671511485-982165128666766045?l=racetostopglobalwarming.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://racetostopglobalwarming.blogspot.com/feeds/982165128666766045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3171362060671511485&amp;postID=982165128666766045' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3171362060671511485/posts/default/982165128666766045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3171362060671511485/posts/default/982165128666766045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://racetostopglobalwarming.blogspot.com/2009/03/kita-perlu-kenal-penyebanya.html' title='KITA PERLU KENAL PENYEBANYA'/><author><name>ardikiDd</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01504571003169781399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_-ko6Ju5PIYk/StVvAZHHpeI/AAAAAAAAADQ/wNzF7avoCgU/S220/DSCN3423.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3171362060671511485.post-4609340267042332719</id><published>2009-03-17T09:47:00.000-07:00</published><updated>2009-03-17T10:24:52.603-07:00</updated><title type='text'>earthmeat isn't need meat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-ko6Ju5PIYk/Sb_Z3mT_CGI/AAAAAAAAACc/Oa2OT451Fts/s1600-h/don%27t+eat+meat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 311px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-ko6Ju5PIYk/Sb_Z3mT_CGI/AAAAAAAAACc/Oa2OT451Fts/s400/don%27t+eat+meat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314205634520877154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa &lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;kita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; harus &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;menghentikan&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;pola&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;makan&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;daging&lt;/span&gt; ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Dalam laporan&lt;span lang="en-us"&gt; PBB  (FAO) &lt;/span&gt;yang berjudul&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Livestock&lt;span lang="en-us"&gt;'s&lt;/span&gt; Long Shadow: Enviromental&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;Issues  and Options&lt;/i&gt; (&lt;span lang="en-us"&gt;Dirilis bulan &lt;/span&gt;November&lt;span lang="en-us"&gt;  &lt;/span&gt;2006), PBB&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;mencatat bahwa &lt;span lang="en-us"&gt;industri&lt;/span&gt; peternakan adalah penghasil emisi gas rumah kaca yang  terbesar&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt; (18%)&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);"&gt;,&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; jumlah ini lebih banyak dari gabungan emisi gas  rumah kaca seluruh &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span lang="en-us"&gt;transportasi di seluruh&lt;/span&gt; dunia&lt;span lang="en-us"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;(13%)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;. Emisi gas  rumah kaca industri peternakan meliputi&lt;/span&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;9 %&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;karbon  dioksida&lt;/span&gt;,&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;37  %&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;gas metana  (efek pemanasannya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt; 23&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;kali lebih kuat dari CO2),  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;65 %&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;nitro oksida&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="en-us"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;efek pemanasan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span lang="en-us"&gt;296&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;kali lebih kuat &lt;span lang="en-us"&gt;dari  &lt;/span&gt;CO2&lt;span lang="en-us"&gt;),  &lt;/span&gt;serta&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;64&lt;/span&gt;&lt;span lang="en-us"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;%&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;amonia penyebab hujan asam. Peternakan  menyita&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;30%&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;dari seluruh permukaan tanah kering di Bumi dan&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;33%&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; dari area  tanah yang subur dijadikan ladang untuk menanam pakan ternak. Peternakan juga  penyebab dari&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;80%&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt; penggundulan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);font-family:Verdana;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;h2  style="font-weight: normal;font-family:georgia;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;MASYARAKAT&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;ol  style="margin-bottom: 0in;font-family:georgia;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;span&gt;Di Inggris, mereka setiap tahun  memberi makan ternak dalam jumlah yang cukup untuk memberi makan 250.000.000  orang, sementara di dunia ada 30.000.000 orang yang meninggal karena  kelaparan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;span&gt;20 orang yang bervegetarian dapat  hidup dari hasil lahan yang setara dengan satu orang pemakan daging  saja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;span&gt;Setiap 3 detik ada satu orang  anak yang meninggal karena kelaparan di suatu tempat di dunia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;Seandainya  orang Amerika mengurangi konsumsi daging mereka hingga 10%, hal itu dapat  menghemat 12.000.000 ton padi-padian yang cukup untuk memberi makan 60.000.000  orang (jumlah penduduk Britania Raya)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;Seandainya  semua orang Amerika menjadi vegetarian, maka hal itu akan menghemat padi-padian  yang dapat memberi makan 600.000.000 orang  (jumlah penduduk  India)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;Intensifikasi  peternakan hewan telah memindahkan 1.000.000 penduduk dari tanah tradisional  mereka, sebagai contoh orang-orang di Amerika Selatan &amp;amp; Tengah, penduduk  asli Amerika di Amerika Selatan, dan di Britania Raya, hal ini masih berlanjut  sampai hari ini&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Orang-orang yang  dipindahkan dari tanah asal mereka ke kota lain menderita kekurangan gizi,  terkena berbagai macam penyakit, parasit, dan penyakit yang menyerang sistem  kekebalan tubuh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Pada negara-negara dunia  ketiga, 1 dari 10 bayi meninggal sebelum ulang tahun mereka yang  pertama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Inggris mengimpor gandum  yang setara dengan £46.000.000 dari negara-negara dunia ketiga sebagai pakan  untuk ternak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Karena beternak yang  berlebihan, 850.000.000 orang yang tinggal di daratan terancam oleh penggurunan  (tanah subur berubah menjadi gurun pasir) dan lebih dari 230.000.000 sudah  tinggal di daratan yang berpadang pasir sehingga tidak dapat mempertahankan  kehidupan mereka serta menghadapi kelaparan sebentar lagi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;1.000.000.000 orang  di belahan bumi barat suka makan daging, susu, dan produk turunannya dengan  rakus serta meninggalkan 1.000.000.000 lainnya untuk dibuang serta 3.500.000.000  lainnya juga menunggu saatnya disia-siakan&lt;!--[if  !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;h3  style="font-weight: normal;font-family:georgia;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3  style="font-weight: normal;font-family:georgia;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style="font-weight: normal; font-family: georgia;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;TANAH&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;ol  style="margin-bottom: 0in;font-family:georgia;" start="12" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Jika mereka terus  menghilangkan hutan &lt;span class="yshortcuts"&gt;Amerika&lt;/span&gt; untuk membesarkan  ternak dengan kecepatan sekarang, maka dalam 50 tahun ke depan tidak akan ada  hutan yang tersisa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Tanah seluas 4000  m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; hanya dapat menghasilkan 75  kg daging sapi, tetapi sebaliknya  jika ditanam kentang maka dapat menghasilkan 9080 kg kentang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;80% tanah yang  ditanami di Inggris dipakai untuk menanam makanan ternak ( 14.732.000 ha  )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Dibutuhkan 8 kg  protein kedelai untuk menghasilkan 0,5 kg daging &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;Sejak tahun  1945, di Inggris telah kehilangan 95% padang rumput berbunga, 50% daerah hutan  liar, 40% wilayah segar, 50% wilayah basah, dan 224.000 km pagar tanaman,  semuanya disebabkan oleh peternakan hewan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;Tekanan pada  tanah karena peternakan hewan potong menyebabkan erosi tanah sebanyak 6 milyar  ton/tahun di Amerika&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;Jika setiap  orang bervegetarian maka hingga 90% tanah yang dipakai untuk peternakan hewan  bisa diambil-alih untuk wilayah hutan, ruang terbuka untuk kegiatan santai,  dll&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;span&gt;Sejak tahun 1960, sekitar 25 % hutan  di Amerika tengah telah dimusnahkan untuk lahan pemeliharaan  ternak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;span&gt;Antara tahun 1966 sampai dengan tahun  1983, 38% dari hutan hujan di Amazon dimusnahkan untuk lahan pemeliharaan  ternak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;span&gt;90% dari lahan peternakan sapi yang  didirikan menyebabkan pembabatan hutan yang serius selama 8 tahun terakhir.  Lahan tersebut kemudian menjadi tandus karena hilangnya kesuburan akibat  beratnya beban lingkungan untuk memelihara ternak&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;Penggembalaan  ternak merusak tanah dan meningkatkan pembentukan padang pasir. Sekitar 2,08  tiliun m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; tanah di AS saja telah menderita pengurangan hasil panen  sebesar 25-50% sejak penggembalaan yang pertama&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;Satu inci  lapisan tanah teratas memakan waktu 200-1000 tahun untuk terbentuk - tetapi di  AS mereka telah kehilangan 1/3 dari lapisan tanah teratas utamanya dalam 200  tahun ini (sekitar 7 inci) karena peternakan hewan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Tanah akan hilang  karena kenaikan permukaan laut akibat pemanasan global karena dampak peternakan  hewan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;h3 style="font-family: georgia; font-weight: normal;" align="justify"&gt; &lt;/h3&gt; &lt;h3 style="font-weight: normal; font-family: georgia;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;UDARA&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;ol  style="margin-bottom: 0in;font-family:georgia;" start="25" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Penghancuran  hutan oleh para peternak sapi telah merusak paru-paru dunia serta mengurangi  daya tahan dunia untuk mengisi ulang persediaan oksigen  kita&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;Sejumlah  1.300.000.000 ekor sapi di dunia telah melepaskan 60.000.000 ton gas metana  setiap tahunnya (gas metana adalah gas rumah kaca dan penyebab pemanasan  global)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;Pembakaran  hutan, padang rumput, serta ladang pertanian yang tandus berhubungan dengan  perternakan hewan yang juga melepaskan gas metana sebesar 50 sampai 100.000.000  ton setiap tahunnya&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;Dengan menggabungkan  angka-angka ini, 25% dari emisi gas metana disebabkan oleh peternakan hewan  (tidak termasuk milyaran kambing, babi dan ayam,  jadi angka yang sebenarnya  adalah jauh lebih tinggi)&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;Pupuk yang  dipergunakan sebagai penyubur tanaman untuk pakan ternak mengeluarkan nitrogen  oksida - diperkirakan menyumbang 6% dari efek gas rumah kaca&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;Pupuk, obat pembunuh  rumput-rumputan, dan pestisida yang disemprotkan pada tanaman ikut masuk ke  atmosfer dan menciptakan campuran karsinogenik yang  berbahaya&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;CFC banyak  dilepaskan ke udara dari pendingin yang digunakan untuk     menyimpan daging,  susu, dan mentega. CFC dapat merusak lapisan ozon&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;Amonia yang  berasal dari air seni hewan juga mencemarkan atmosfer&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;CO2 banyak  dilepaskan dari pembakaran minyak dan bensin pada truk, kapal laut, rumah jagal,  perusahaan susu, pabrik dan lainnya yang berkaitan dengan  produksi  daging  maupun perusahaan susu&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Emisi dari  industri-industri besar yang bergerak di bidang produksi pupuk kimia, obat  pembunuh rumput liar, dan bahan kimia pertanian lainnya juga akan meracuni udara  kita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;h3  style="font-weight: normal;font-family:georgia;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;AIR&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;ol  style="margin-bottom: 0in;font-family:georgia;" start="35" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;25 galon air  dapat memproduksi ½ kg gandum, sedangkan untuk menghasilkan ½ kg daging  diperlukan 2500 galon air&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;Hewan ternak  Inggris memproduksi 200.000.000 ton tinja setiap tahunnya, yang sebagian besar  berakhir di sungai-sungai kita&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Air buangan yang  banyak mengandung darah dari tempat penjagalan berakhir di sungai  kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Di Amerika Serikat  manusia menghasilkan kotoran seberat 6.000 kg setiap detiknya sedangkan hewan  ternak menghasilkan seberat 125.000 kg.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Nitrat dan pestisida  yang digunakan pada tanaman untuk makanan ternak, berakhir di sungai  kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Peternakan daging dan susu di  &lt;span class="yshortcuts"&gt;Inggris&lt;/span&gt; menggunakan 70 liter air per hari per  hewan atau 159.250.000. 000 liter air per tahun secara total&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Air yang digunakan untuk  memproduksi 5 kg daging bistik setara dengan penggunaan air untuk seisi anggota  rumah tangga selama setahun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Pemakaian air bawah tanah untuk  menanam tumbuhan bagi konsumsi hewan serta untuk penyediaan air bagi  tempat-tempat penjagalan dapat mengakibatkan kekurangan air yang lebih  parah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Penyimpanan air  tanah di lembah San Joaquin di Amerika Serikat mengalirkan 500.000.000.000 galon  air per tahun untuk menghasilkan daging&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;18% dari tanah  pertanian di dunia memakai sistem irigasi dan karena pemanasan global meningkat  yang sebagian diakibatkan oleh peternakan hewan, maka dana yang dibutuhkan untuk  membuat sistem ini berjalan sebesar $200.000.000 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Air yang digunakan  untuk menghasilkan 500 kg daging sapi cukup untuk dapat mengapungkan sebuah  kapal perang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;span&gt;Limbah cair dari berbagai bagian  industri daging dan susu mengalir ke dalam sungai dan membuat polusi hingga ke  laut, serta dapat membuat alga berkembang biak secara  besar-besaran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 12pt; margin-left: 0.25in;font-family:georgia;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3  style="font-weight: normal;font-family:georgia;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;a name="Efficiency"&gt;EFISIEN&lt;/a&gt;SI&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;ol  style="margin-bottom: 0in;font-family:georgia;" start="47" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;span&gt;Untuk menghasilkan satu kalori energi  daging saja membutuhkan 60 kalori bensin, sedangkan jika kita menanam  biji-bijian dan kacang-kacangan untuk memberi makan manusia secara langsung,  maka setiap satu kalori bahan bakar dapat menghasilkan 20 kalori (berarti 1200  kali lebih efisien)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;span&gt;Peternakan daging dan susu menggunakan  miliaran galon minyak untuk menjalankan traktor, bahan bakar kapal dan truk  untuk alat transportasi hewan ternak dan makannya, memompa miliaran galon air  untuk irigasi sawah dan menjalankan usaha rumah jagal, energi listrik untuk  pendingin agar bahan-bahan tersebut tidak membusuk, serta sistem saluran  pembuangan limbah untuk membersihkan beberapa polusi yang  dihasilkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Ternak hanya  mengubah 6%  energi yang dimakannya (terutama padi-padian dan kacang kedelai)  menjadi daging, sisanya 94% terbuang sebagai panas, pertumbuhan bulu, tulang,  kotoran, gerakan (itulah mengapa banyak ternak yang dipelihara di kandang yang  sangat sempit), dan sebagainya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Untuk menghasilkan ½  kg daging sapi diperlukan 1 galon bensin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Sebuah keluarga yang  beranggotakan empat orang, jika mereka makan daging sapi dalam setahun maka  bensinnya cukup untuk menjalankan sebuah mobil selama 6 bulan (tergantung  seberapa jauh Anda mengemudi!)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;Jika seluruh  kerugian lingkungan karena daging dibebankan kepada kosumen maka harganya paling  sedikit akan menjadi empat &lt;/strong&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;kali&lt;/span&gt;&lt;strong&gt; lipat&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;EC menghabiskan  $100.000.000 untuk menyubsidi produksi hewan yang mengakibatkan berdanau-danau  susu yang dibuang karena tidak dikehendaki dan bergunung-gunung daging serta  mentega yang tidak dikehendaki. Uang ini bisa digunakan dengan lebih baik untuk  mendukung produksi buah, sayuran, dan biji-bijian organik&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;Pada tahun 1979  di AS ada 145.000.000 ton hasil bumi yang dijadikan makanan ternak yang hanya  menghasilkan 21 juta ton tubuh hewan - biaya dari hasil bumi yang disia-siakan  ini berjumlah $20.000.000.000&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;Antara tahun  1950 dan 1985, produksi gabah/padi di Eropa dan AS meningkat secara  besar-besaran namun 2/3 darinya digunakan sebagai makanan ternak&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;70% dari  keseluruhan gabah/padi digunakan sebagai makanan ternak&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;Memakan daging  hewan, telur, susu, dan mentega dalam jumlah yang sangat besar adalah suatu  kemewahan dan tidak dapat ditanggung oleh sebagian besar planet&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;h3 face="georgia" style="font-weight: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;HEWAN&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;ol  style="margin-bottom: 0in;font-family:georgia;" start="58" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;Memancing  dengan jala yang digerakkan mesin pendorong atau alat modern lainnya telah  merusak dan menghancurkan ekosistem secara membabi buta serta membunuh milyaran  mahkluk laut maupun merusak dasar laut&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;Jala dari para  pemancing dapat membunuh hewan lainnya hingga 10 kali lipat dari ikan yang ingin  ditangkap&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;                                                                                               &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ikan yang tertangkap jala mati lemas secara pelan-pelan dan sangat  menderita   &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;span&gt;Setiap tahun  15.000.000.000 &lt;span class="yshortcuts"&gt;hewan&lt;/span&gt; ternak dipotong untuk  makanan, begitu juga hewan laut yang ditangkap dalam jumlah yang tidak diketahui  tapi diperkirakan lebih besar lagi jumlahnya (termasuk di antaranya 1000 ikan  lumba-lumba yang secara tidak sengaja tertangkap)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;span&gt;Ayam-ayam  dikurung di dalam kandang yang sangat sempit hingga 3 ekor lebih, mereka bahkan  tidak dapat melebarkan sayapnya dan yang lainya bahkan tidak dapat  berdiri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;span&gt;Anak ayam jantan  yang tidak diinginkan (karena mereka tidak dapat bertelur) dibinasakan  dengan gas atau digiling sampai hancur. Sementara anak ayam betina digiring ke  dalam kandang-kandang yang sempit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Anak-anak ayam  dipotong paruhnya tanpa pembiusan untuk mencegah mereka saling mematuk satu sama  lain karena mereka dimasukkan ke dalam kandang yang sangat kecil. Hal ini sama  saja dengan mencabut kuku Anda tanpa pembiusan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Metode peternakan  modern menggunakan hormon penumbuh daging dan sinar buatan untuk membesarkan  anak ayam yang membuat banyak ayam yang tumbuh melampaui kapasitas pertumbuhan  tulangnya sehingga mengakibatkan tulang mereka rapuh dan kaki mereka  patah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Induk-induk babi  dikurung dalam kandang seluas 1,3 meter x 1 meter di lantai beton atau logam,  mereka bahkan tidak bisa memutarkan tubuhnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Hewan&lt;/span&gt;&lt;strong&gt; ternak yang dibesarkan untuk  dagingnya ditempatkan di kandang tanpa jendela, dengan jumlah 20-30.000 dalam  setiap kandang, mereka hidup di area seluas 10-20 cm&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; dan karena  terlalu sesak mereka saling menyerang seperti unggas-unggas aduan sehingga  mereka seringkali menderita luka kulit yang bernanah.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;Kandang ayam  pedaging dinyalakan lampunya selama 23 jam sehari untuk mengasilkan pertumbuhan  yang pesat.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;Para hewan  dibawa dari peternakan ke rumah jagal dengan transportasi yang penuh sesak dan  tanpa makanan maupun air sehingga menimbulkan stres, luka-luka, dan kematian.  Persyaratan resmi yang ada seringkali diabaikan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;95% hewan  ternak menderita luka-luka sebelum akhirnya dibunuh dan 30% di antaranya  menderita patah tulang.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;Masalah  yang mengerikan adalah ada banyak hewan yang digorok lehernya pada saat mereka  masih sadar (sekitar 6% atau 200.000 sapi per tahun) atau dimasukkan ke dalam  tangki berisi air mendidih (untuk menghilangkan bulu-bulu halus dan keras  mereka) ketika mereka masih penuh dengan kesadaran&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;Setiap  menit ada 4000 ekor hewan yang mati di rumah jagal Inggris dan mereka mati  dengan menyemburkan darah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;Kulit  sapi didapatkan dari sapi-sapi muda yang dibunuh ketika mereka berusia 2  minggu&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;Sapi  dibesarkan dengan makanan yang berasal dari sisa makanan sapi atau domba lain.  Sapi di peternakan AS diperkirakan terkena BSE (penyakit sapi gila) karena  diberi makan pelet (berbentuk butiran) dari makanan hasil daur ulang&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Sapi hanya  menghasilkan susu 10 bulan setelah mereka mempunyai anak – tetapi mereka secara  rutin diberikan suntikan buatan (cth. diperkosa dengan mesin) untuk membuat  mereka tetap hamil dan menyusui – anak-anak mereka selalu diambil (biasanya  ketika berumur 12 jam) untuk diambil dagingnya sebagai daging sapi  muda&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Sapi secara  alami dapat hidup lebih dari 20 tahun tetapi mereka dibantai setelah 5 sampai 7  tahun ketika produksi susu mereka mulai berkurang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Di Inggris,  hewan dibunuh dengan menggunakan listrik atau dengan gulungan senapan untuk  tahanan ( ie. Gulungan ditembakkan ke kepala mereka) sebelum menggorok leher  mereka dan dicelupkan ke dalam air mendidih - semua ini terjadi pada proses  produksi dimana hewan dinaik-turunkan dengan memakai alat pembawa barang – ini  terjadi di pabrik peternakan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“  &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hewan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt; adalah korban dan budak  paling tidak beruntung dari tindakan kekejaman umat manusia” - John Stewart Mill  (ahli filsafat)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Anak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt;  sapi dikurung di kandang yang gelap, mereka tidak dapat &lt;/span&gt;b&lt;span lang="IN"&gt;ebas bergerak dan diberi makan darah babi, coklat, serta susu yang telah  mengering (sementara kita minum susu segar yang melimpah dari  induknya)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Sapi secara alami biasanya menghasilkan 5 liter susu per hari  untuk anak-anaknya, tetapi di bawah sistem peternakan modern yang intensif,  mereka menghasilkan 25-40 liter susu per hari sehingga mengakibatkan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; kantung susunya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;  meradang dan membengkak, dengan demikian mereka mudah menjadi  letih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kawasan daratan yang luas dijadikan lahan menanam satu jenis tanaman  untuk memberi makan ternak – kawasan ini secara perlahan berubah menjadi padang  gurun yang kelak hanya dapat menyangga sedikit spesies&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;h3 face="georgia" style="font-weight: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;KESEHATAN&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;ol  style="margin-bottom: 0in;font-family:georgia;" start="82" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;Vegetarian dapat menurunkan  tingkat kematian sebesar 20% dari segala penyebabnya (contoh: mereka hidup lebih  lama dan tidak sering sakit)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;Daging penuh  dengan residu antibiotik, hormon, dan racun yang diproduksi karena tekanan,  serta sisa pestisida yang terkumpul dari tanaman panen yang mereka  makan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;Ikan mengandung  &lt;/strong&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;logam berat&lt;/span&gt;&lt;strong&gt; dan polutan lainnya yang kebanyakan  berasal dari polusi air&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;Organisasi &lt;/strong&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;Kesehatan&lt;/span&gt;&lt;strong&gt; Dunia menyarankan diet yang rendah  lemak, gula, dan garam; mereka menyarankan makanan yang penuh dengan serat -  persis seperti apa yang kita dapatkan dalam makanan  vegan/vegetarian&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Hewan ternak  mengandung hingga 50% lemak jenuh di dalam tubuhnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Para  vegetarian berkurang terkena resiko penyakit jantung sebesar 24%, sedangkan Para  Vegan berkurang 57% (penyakit jantung adalah pembunuh tertinggi di  Inggris hingga 50% kematian)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Kegemukan jarang  ditemui di kalangan vegetarian, sedangkan kegemukan berhubungan erat dengan  banyak penyakit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Para vegan dan  vegetarian memiliki tingkat tekanan darah serta tingkat kolesterol yang lebih  rendah – tekanan darah dan tingkat kolesterol yang tinggi berhubungan dengan  penyakit jantung, stroke, serta kegagalan ginjal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Para vegetarian  berkurang terkena resiko kematian akibat diabetes sebesar 50%&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Para vegetarian  memiliki 40% lebih kecil terkena resiko kanker dibandingkan dengan populasi pada  umumnya, hal ini diperkiraan karena para vegetarian memperoleh asupan vitamin A,  C, dan E yang lebih tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span style=""&gt;Para vegetarian  memiliki resiko terkena penyakit empedu dan batu ginjal yang lebih  kecil.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;span&gt;80% faktor  keracunan makanan disebabkan oleh daging yang terinfeksi (kotoran, bakteri,  dsb). Selain itu, daging adalah bangkai yang telah busuk, di dalamnya banyak  bakteri salmonela yang juga ditemukan dalam telur.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;span&gt;Osteoporosis  adalah kehilangan kalsium dari tulang, hal ini terutama disebabkan oleh  kandungan sulfur dari daging dan protein kasein dari susu yang menyebabkan  hilangnya kalsium sewaktu kita buang air kecil. Negara dengan konsumsi daging  dan produk susu tertinggi penduduknya juga mengalami tingkat kerapuhan tulang  yang tertinggi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;50 % dari manusia  tidak mempunyai enzim untuk mencerna susu dengan baik, selain itu alergi  terhadap susu dapat menyebabkan ashma dan eksim&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Pemakan daging  mempunyai resiko ganda terhadap penyakit Alzheimers dibandingkan dengan para  vegan dan vegetarian - beberapa orang juga merasa bahwa penyakit Parkinson juga  berhubungan dengan makan daging&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Kuning telur penuh  dengan konsentrasi lemak jenuh dan putih telur penuh dengan protein albumen yang  berhubungan dengan larutnya kalsium ke dalam urine kita. Mentega mengandung 80%  lemak jenuh, kream mengandung 40% lemak jenuh, dan keju mengandung 25-40% lemak  jenuh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Pemakan daging  cenderung dua setengah kali terkena resiko penyakit kanker usus dibandingkan  para vegetarian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Plastik &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;pembungkus  yang biasanya digunakan untuk membungkus daging di supermarket dan tempat  penjualan daging mengandung unsur kimiawi yang dapat mengakibatkan mandulnya  sperma pada pria&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;Orang  China Daratan (yang kebanyakan hidup dengan diet vegetarian) mengonsumsi 20%  lebih banyak kalori dibandingkan dengan orang Amerika, tetapi orang Amerika 20%  lebih gemuk&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:100%;" &gt;Dari  2.100.000 kematian yang terjadi di AS &lt;span class="yshortcuts"&gt;pada tahun&lt;/span&gt;  1987, sebanyak 1.500.000 kematian dikarenakan masalah pola makan (misalkan  daging &amp;amp; susu)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3171362060671511485-4609340267042332719?l=racetostopglobalwarming.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://racetostopglobalwarming.blogspot.com/feeds/4609340267042332719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3171362060671511485&amp;postID=4609340267042332719' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3171362060671511485/posts/default/4609340267042332719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3171362060671511485/posts/default/4609340267042332719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://racetostopglobalwarming.blogspot.com/2009/03/kenapa-kita-harus-menghentikan-pola.html' title='earthmeat isn&apos;t need meat'/><author><name>ardikiDd</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01504571003169781399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_-ko6Ju5PIYk/StVvAZHHpeI/AAAAAAAAADQ/wNzF7avoCgU/S220/DSCN3423.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-ko6Ju5PIYk/Sb_Z3mT_CGI/AAAAAAAAACc/Oa2OT451Fts/s72-c/don%27t+eat+meat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3171362060671511485.post-8353593992070988107</id><published>2009-03-08T22:42:00.000-07:00</published><updated>2009-03-09T07:43:23.575-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-ko6Ju5PIYk/SbSt3jnHLLI/AAAAAAAAACU/nsfTH0z_joQ/s1600-h/stopglobalwarming.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 347px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-ko6Ju5PIYk/SbSt3jnHLLI/AAAAAAAAACU/nsfTH0z_joQ/s400/stopglobalwarming.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311061030540356786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;50 Tips&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Mengurangi Global&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Warming&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kita tidak memerlukan perubahan yang radikal untuk membantu Bumi ini menjadi lebih bersahabat. Ubahlah beberapa rutinitas yang dapat menurunkan “jejak karbon Anda”. Yang pada akhirnya akan menghemat uang Anda juga. Tetapi yang terpenting adalah kita memberikan anak cucu kita tempat yang lebih baik untuk ditinggali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style="'width:172.5pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\FANTAS~1.NET\LOCALS~1\Temp\msohtml1\03\clip_image001.jpg" title="stopglobalwarming"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah 50 Tips Mengurangi Global Warming untuk menyelamatkan bumi kita, menjadikannya tempat hidup yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;MAKANAN&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;DAN&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;MINUMAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kurangi konsumsi daging—bervegetarian adalah yang terbaik! Berdasarkan penelitian, untuk menghasilkan 1 kg daging, sumber daya yang dihabiskan setara dengan 15 kg gandum. Bayangkan bagaimana kita bisa menyelamatkan bumi dari kekurangan pangan jika kita bervegetarian. Peternakan juga penyumbang 18% “jejak karbon” dunia, yang mana lebih besar dari sektor transportasi (mobil, motor, pesawat, dll). Belum ditambah lagi dengan bahaya gas-gas rumah kaca tambahan yang dihasilkan oleh aktiitas peternakan lainnya seperti metana yang notabene 3 kali lebih berbahaya dari CO2 dan gas NO yang 300 kali lebih berbahaya dari CO2. Dan yang pasti banyak manfaat kesehatan dan spiritual dari bervegetarian. Anda akan menjadi lebih sehat dan pengasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Makan dan masaklah dari bahan yang masih segar. Menghindari makanan yang sudah diolah atau dikemas akan menurunkan energi yang terbuang akibat proses dan transportasi yang berulang-ulang. Makanan segar juga lebih sehat bagi tubuh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Beli produk lokal, hasil pertanian lokal sangat murah dan juga sangat menghemat energi, terutama jika kita menghitung energi dan biaya transportasinya. Makanan organik lebih ramah lingkungan, tetapi periksa juga asalnya. Jika diimpor dari daerah lain, kemungkinan emisi karbon yang dihasilkan akan lebih besar daripada manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Daur ulang aluminium, plastik, dan kertas. Akan lebih baik lagi jika Anda bisa menggunakannya berulang-ulang. Energi untuk membuat satu kaleng alumunium setara dengan energi untuk menyalakan TV selama 3 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Beli dalam kemasan besar. Akan jauh lebih murah, juga menghemat sumber daya untuk kemasan. Jika terlalu banyak, ajaklah teman atau saudara Anda untuk berbagi saat membelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Matikan oven Anda beberapa menit sebelum waktunya. Jika tetap dibiarkan tertutup, maka panas tersebut tidak akan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  Hindari fast food. Fast food merupakan penghasil sampah terbesar di dunia. Selain itu konsumsi fast food juga buruk untuk kesehatan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Bawa tas yang bisa dipakai ulang. Bawalah sendiri tas belanja Anda, dengan demikian Anda mengurangi jumlah tas plastik/kresek yang diperlukan. Belakangan ini beberapa pusat perbelanjaan besar di Indonesia sudah mulai mengedukasi pelanggannya untuk menggunakan sistem seperti ini. Jadi sambutlah itikad baik mereka untuk menyelamatkan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Gunakan gelas yang bisa dicuci. Jika Anda terbiasa dengan cara modern yang selalu menyajikan minum bagi tamu dengan air atau kopi dalam kemasan. Beralihlah ke cara lama kita. Dengan menggunakan gelas kaca, keramik, atau plastik food grade yang bisa kita cuci dan dipakai ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Berbelanjalah di lingkungan sekitar Anda. Akan sangat menghemat biaya transportasi dan BBM Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Tanam pohon setiap ada kesempatan. Baik di lingkungan ataupun dengan berpartisipasi dalam program penanaman pohon. Bisa dengan menyumbang bibit, dana, dan lain-lain. Tergantung kesempatan dan kemampuan Anda masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;DI&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;RU&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;MAH&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Turunkan suhu AC Anda. Hindari penggunaan suhu maksimal. Gunakan AC pada tingkatan sampai kita merasa cukup nyaman saja. Dan cegah kebocoran dari ruangan ber-AC Anda. Jangan biarkan ada celah yang terbuka jika Anda sedang menggunakan AC Anda karena hal tersebut akan membuat AC bekerja lebih keras untuk mendinginkan ruangan Anda. Pada akhirnya hal ini akan menghemat tagihan listrik Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Gunakan timer untuk menghindari lupa mematikan AC. Gunakanlah timer sesuai dengan kebiasaan Anda. Misalnya jam kantor Anda adalah pukul 8.00 sampai 17.00. Set timer AC Anda sesuai dengan jam kantor tersebut. Dengan begitu tidak ada lagi insiden lupa mematikan AC hingga keesokan harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Gunakan pemanas air tenaga surya. Meskipun lebih mahal, dalam jangka panjang hal ini akan menghemat tagihan listrik Anda. (Bahkan saat ini sudah ada penerang jalan dengan tenaga surya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Matikan lampu tidak terpakai dan jangan tinggalkan air menetes. Selain menghemat energi dan air bersih, ini akan menghemat banyak tagihan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Gunakan lampu hemat energi. Meskipun lebih mahal, rata-rata mereka lebih kuat 8 kali dan lebih hemat hingga 80 % dari lampu pijar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Maksimalkan pencahayaan dari alam. Gunakan warna terang di tembok, gunakan genteng kaca di plafon, maksimalkan pencahayaan melalui jendela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Hindari posisi stand by pada elektronik Anda! Jika semua peralatan rumah tangga kita matikan (bukan dalam posisi stan by) maka kita akan mengurangi emisi CO2 yang luar biasa dari penghematan energi listrik. Gunakan colokan lampu yang ada tombol on-off-nya. Atau cabut kabel dari sumber listriknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Jika pengisian ulang baterai Anda sudah penuh, segera cabut! Telepon genggam, pencukur elektrik, sikat gigi elektrik, kamera, dan lain-lain. Jika sudah penuh segera cabut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Kurangi waktu dalam membuka lemari es Anda. Untuk setiap menit Anda membuka pintu lemari es. Akan diperlukan 3 menit full energi untuk mengembalikan suhu kulkas ke suhu yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Jangan membeli bunga potong. Jika daerah Anda bukan penghasil bunga hias, maka bisa dipastikan bunga itu dikirim dari tempat lain. Hal ini akan menghasilkan “jejak karbon” yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Potong makanan dalam ukuran yang lebih kecil. Ukuran potongan yang lebih kecil akan menggunakan energi lebih sedikit untuk memasaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Gunakan air dingin untuk mencuci dan cucilah dalam jumlah banyak. Jika Anda memiliki keluarga kecil, tidaklah perlu setiap hari mencuci. Kumpulkanlah sampai kapasitas mesin cuci Anda terpenuhi, hal ini akan menghemat air, mengurangi pemakaian listrik dan juga mengurangi pencemaran akibat deterjen Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Gunakan deterjen dan pembersih ramah lingkungan. Saat ini mungkin harganya memang lebih mahal. Tetapi bila Anda mampu, lakukanlah demi masa depan anak cucu kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Gunakan ulang perabotan rumah Anda. Jika Anda sudah bosan dengan perabotan Anda, Anda bisa melakukan obral di garasi rumah, berikan kepada orang lain. Atau bawa ke pengerajin untuk dimodifbikasi sesuai keinginan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Donasikan mainan yang sudah tidak pantas untuk umur anak Anda. Hal ini akan mengurangi produksi mainan-mainan yang hanya akan terus menghabiskan sumber daya bumi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Jika menggunakan deodorant atau produk-produk semprot lainnya, jangan menggunakan aerosol. Pilihan spray dengan kemasan botol kaca akan lebih baik. Aerosol juga penyumbang besar dalam pencemaran udara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;DALAM&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt; PEKE&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;RJAAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Makan siang dikantor. Jika kita sering makan diluar kantor dengan bungkusan dan rutin, lebih baik jika Anda membeli kotak makan atau tempat minum yang kuat dan bisa dipakai berulang kali. Hindari media bungkus plastik atau stereofoam (Berasal dari minyak bumi dan susah untuk diuraikan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Gunakan kertas lebih sedikit. Gunakan e-mail internal Anda dan software perkantoran untuk membuat laporan internal. Cetaklah laporan/presentasi hanya jika diperlukan untuk melakukan kesepakatan dengan pihak luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Matikan peralatan kantor Anda. Matikan dari sumbernya. Jangan dibuat stand by, matikan UPS dan trafo. Jika perlu cabut dari sumber listriknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Gunakan e-banking. Alihkan tagihan kartu kredit Anda melalui penagihan lewat e-mail, beberapa bank di Indonesia sudah dapat melakukannya. Bank-bank di Indonesia saat ini umumnya telah menyediakan fasilitas e-banking yang sangat lengkap. Kita bisa melakukan hampir semua transaksi pembayaran, transfer, pembelian voucher, dan lain-lain melalui internet banking, bahkan mobile banking.Memaksimalk an penggunaan e-banking akan menghemat banyak waktu dan biaya Anda. Anda telah menghemat dan meyelamatkan banyak pohon dan konsumsi CO2 untuk proses pembuatan kertas. Anda juga menghemat sangat banyak konsumsi BBM yang dibutuhkan untuk pergi ke bank atau ke ATM.Mulailah belajar untuk menggunakan e-banking bila Anda belum biasa untuk menggunakannya. Jangan mengkhawatirkan masalah keamanan karena teknologi pengamanan jaringan perbankan saat ini sudah sangat canggih. Tidak akan ada masalah dalam hal keamanan apabila Anda mengikuti dengan baik cara-cara dan panduan yang disarankan untuk melakukan transaksi online dengan aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Bagi industri, mulailah untuk menggunakan sumber energi yang dapat diperbaharui (tenaga angin, air, surya, dll). Gunakan peralatan yang hemat listrik dan hemat energi, serta buatlah kebijakan/peraturan penghematan energi dan sumber daya di perusahaan Anda.&lt;br /&gt;33. Pilihlah teknologi yang ramah lingkungan, dan lakukanlah manajemen yang baik untuk menangani limbah industri Anda.Edukasi karyawan Anda untuk terbiasa bertanggung jawab dalam penggunaan energi dan sumber daya perusahaan.&lt;br /&gt;34. Tingkatkanlah kesadaran mereka mengenai kecintaan terhadap lingkungan, tidak dengan hanya membuat peraturan dan hukuman.Berkontribu silah bagi perlindungan dan keselamatan lingkungan sebagai bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan Anda.&lt;br /&gt;35. Lakukanlah program penanaman pohon, pembersihan lingkungan, dll. Pada akhirnya hal tersebut juga akan memberikan keuntungan bagi perusahaan Anda karena citra perusahaan Anda akan terangkat sebagai perusahaan yang beradab dan berbudaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;DALAM&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt; PERJA&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;LANAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36. Berliburlah di dalam negeri dan gunakanlah transportasi darat! Sebab berlibur akan sangat meningkatkan jejak karbon Anda. Terutama jika dilakukan dengan menggunakan pesawat. Hal ini dapat mengurangi banyak sekali emisi karbon.Pesawat terbang merupakan penyumbang gas rumah kaca yang lebih signiikan daripada mobil atau kendaraan darat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. Kurangi perjalanan bisnis Anda. Teknologi sekarang sangat memungkinkan untuk melakukan teleconference, juga menyediakan begitu banyak metode berkomunikasi via internet. Ditambah lagi dengan makin murahnya biaya internet, Anda akan menghemat banyak pengeluaran perjalanan Anda, dan tentunya mengurangi jejak karbon Anda secara signiikan. Pengecualian dapat dilakukan untuk transaksi yang membutuhkan tanda tangan Anda atau yang benar-benar membutuhkan kehadiran Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38. Gunakan handuk hotel Anda lebih dari satu hari. Anda akan menghemat salah satu seumber daya terpenting, yaitu air, dan juga mengurangi pencemaran akibat deterjen yang dipakai. Lebih jauh lagi, Anda menghemat energi dari mesin pencuci dan pengering yang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;SAAT&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;MENG&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;EMUDI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39. Gunakan mobil antar jemput untuk sekolah anak Anda, hal ini akan sangat mengurangi beban BBM Anda, sopir, dan cicilan kendaraan. Jika belum ada, mungkin Anda bisa memulainya, dan menjadikan sebagai bisnis Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40. Kecil itu indah dan hemat. Jika Anda tidak bisa lepas dari penggunaan mobil, gunakanlah city car atau mobil dengan bahan bakar bio fuel, elektrik, hibrida, bahkan hidrogen, tergantung dari kemampuan Anda masing-masing. Tidak perlu membeli SUV besar 4 x 4 jika Anda tidak bekerja dipertambangan atau perkebunan. Gunakan kendaraan hibrida bila Anda mampu membelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41. Ganti bahan bakar Anda! Gunakan bahan bakar alami atau yang dapat diperbaharui (di Indonesia tersedia bio solar dan bio pertamax). Luar biasa jika bisa Anda bisa menggunakan bahan bakar hidrogen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42. Cek tekanan angin ban dan jadwal service Anda. Dari beberapa survei dipercaya menjaga kondisi mobil Anda pada kondisi optimal akan menghemat 5% penggunaan bahan bakar Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43. Sewa mobil saat diperlukan. Jika mobil bukan sarana utama Anda maka menyewa adalah pilihan yang baik. Termasuk jika Anda hanya memerlukan kendaraan besar (Family Car atau SUV) untuk beberapa kesempatan saja. Penghematan dari cicilan ataupun bahan bakar harian Anda akan sangat terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44. Matikan mesin saat menunggu di sekolah anak Anda atau saat terjadi kemacetan total. Ini sangat sering terjadi. Panas saat menunggu bisa dikurangi dengan menggunakan kaca ilm yang baik atau penghalang matahari yang banyak dijual di toko aksesoris mobil. Atau parkirkan mobil Anda ditempat yang rindang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45. Berbagilah! Carilah rekan kerja, teman yang area kerjanya sejalan dengan tujuan kerja Anda. Anda bisa berbagi biaya perjalanan dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;46. Belajarlah cara mengemudi yang baik. Ganti perseneling lebih awal bisa mengurangi konsumsi BBM hingga 15%. Jika mendekati kemacetan atau lampu lalu lintas berhentilah perlahan bukan dengan rem mendadak. Hindarkan mengemudi dengan kasar. Pindahkan gigi saat mencapai 2500-3000 rpm. Dan mengemudilah di batasan 1500-3000 rpm, beberapa survei mendapatkan hasil yang memuaskan dalam kehematan BBM dalam range tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;ELE&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;KTR&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;ONIK&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;47. Go rechargeable, gunakan peralatan dengan baterai yang bisa diisi ulang. Jika harus menggunakan yang satu kali buang gunakan lithium-ion (Li-Ion) dan nickel metal hydride (NiMH) sangat hemat biaya, efektif!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;48. Utamakan hemat energi saat membeli peralatan elektronik. Misalnya pilihlah TV LCD daripada TV CRT (TV tabung konvensional) . Carilah AC atau kulkas dengan konsumsi listrik terendah, dll. Saat ini tidak terlalu sulit untuk menemukan produk elektronik hemat energi karena produsen beramai-ramai mulai memfokuskan strategi pemasarannya ke produk-produk seperti itu. Lihat saja dari seberapa sering Anda melihat iklan-iklan AC hemat energi di media cetak maupun elektronik.&lt;br /&gt;Gunakan lebih lama. Jangan mudah berganti alat elektronik yang memiliki fungsi sama. Jika terpaksa dilakukan, donasikan barang Anda yang lama.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;ALAT&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;KEBE&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;RSIHAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;49. Cleaner, greener, meaner. Meskipun masih lebih mahal, produk kebersihan yang ramah lingkungan sudah mulai hadir di supermarket. Belilah bila Anda mampu. Namun sebenarnya cuka dan baking soda bisa digunakan untuk pembersihan hampir barang apapun. Campurlah cuka dengan air hangat (50:50), larutan cuka air tersebut dapat digunakan sebagai pembersih serba guna.. Baking soda bisa digunakan untuk membersihkan bau pada karpet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50. Pastikan rumah Anda memiliki sirkulasi udara yang baik. Ini sangat penting agar energi dan racun sekitar kita cepat bersih. Terutama saat membersihkannya.&lt;br /&gt;Untuk kesegaran ruangan, tempatkan tumbuhan yang bisa hidup di dalam ruangan, akan sangat membantu kesegaran lingkungan Anda.&lt;br /&gt;Untuk penanganan barang beracun, segera hubungi dinas kebersihan atau lingkungan di lingkungan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:&lt;br /&gt;E-book GLOBAL WARMING&lt;br /&gt;Disadur oleh: Agus R. dan Rudy S apadong.com&lt;br /&gt;posted by ardi eN kIDd&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3171362060671511485-8353593992070988107?l=racetostopglobalwarming.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://racetostopglobalwarming.blogspot.com/feeds/8353593992070988107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3171362060671511485&amp;postID=8353593992070988107' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3171362060671511485/posts/default/8353593992070988107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3171362060671511485/posts/default/8353593992070988107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://racetostopglobalwarming.blogspot.com/2009/03/50-tips-mengurangi-global-warming_08.html' title=''/><author><name>ardikiDd</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01504571003169781399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_-ko6Ju5PIYk/StVvAZHHpeI/AAAAAAAAADQ/wNzF7avoCgU/S220/DSCN3423.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-ko6Ju5PIYk/SbSt3jnHLLI/AAAAAAAAACU/nsfTH0z_joQ/s72-c/stopglobalwarming.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3171362060671511485.post-5441261482057315487</id><published>2009-02-28T06:33:00.000-08:00</published><updated>2009-02-28T06:34:19.725-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Stop Global Warming &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Lewat Tindakan Kecil&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah pemanasan global (global warming) yang kini tengah ramai dibicarakan. Meningkatnya&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;temperatur atmosfer permukaan bumi akibat &lt;em&gt;global warming&lt;/em&gt; berdampak pada sistem pertanian yang banyak bergantung pada musim dan juga menimbulkan berbagai macam penyakit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;strong&gt;Apa yang dimaksud dengan Efek Rumah Kaca?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Bumi kita dilapisi selimut gas yang kerap disebut dengan rumah kaca karena bila dilihat dari udara, bumi tampak dikelilingi gelas kaca. Panas matahari masuk ke bumi dengan menembus gelas kaca tersebut yang sebagian akan diserap bumi dan sisanya akan dipantulkan kembali ke angkasa sebagai gelombang panjang. Namun, panas yang seharusnya dapat dipantulkan kembali ke angkasa, menyentuh permukaan gelas kaca dan terperangkap di dalam bumi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;table style="width: 505px; height: 569px;" border="0" cellpadding="1" cellspacing="1"&gt;     &lt;tbody&gt;         &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;img class="" style="width: 345px; height: 300px;" alt="" src="http://www.cni.co.id/cookware//images/irs/482821180_45e62ebfdd.jpg" /&gt;&lt;table style="width: 400px; height: 209px;" border="0" cellpadding="1" cellspacing="1"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Tetapi masalah timbul ketika aktivitas manusia menyebab-kan peningkatan konsentrasi selimut gas di atmosfer (gas rumah kaca) sehingga melebihi konsentrasi yang seharusnya. Pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi dan gas alam dimana hasil pembakaran itu melepas &lt;em&gt;karbondioksida (CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;), karbon monoksida (CO), gas metana (CH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;), dinitro oksida (N&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O), chloroflourocarbon (CFC), &lt;/em&gt;yang terdiri dari &lt;em&gt;haloflouricarbon (HFC)&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;perflourocarbon (PFC)&lt;/em&gt; serta &lt;em&gt;sulfur hexaflouride (SF&lt;sub&gt;6&lt;/sub&gt;). &lt;/em&gt;Maka, panas matahari yang tidak dapat dipantulkan ke angkasa akan meingkat pula. Dan semua proses tersebut disebut efek rumah kaca.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Pemasan global yang semakain berbahaya harus segera dicegah, melalui tindakan kecil yang akan dapat membantu bumi. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meminimalisasi terbentuknya gas rumah kaca, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;table style="width: 346px; height: 745px;" border="0" cellpadding="1" cellspacing="1"&gt;     &lt;tbody&gt;         &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Pilih produk ramah lingkungan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Pilih produk-produk ramah lingkungan, misalnya produk hasil daur ulang seperti kertas daur ulang (menggunakan energi 60% lebih rendah daripada kertas yang diolah dari pohon) atau sabun cuci ramah lingkungan. Caranya dengan memperhatikan logo pada kemasan.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;2.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Pilih produk yang mengurangi efek rumah kaca&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Gunakan produk &lt;em&gt;refrigerant &lt;/em&gt;(lemari es) yang tidak mengandung CFC (freon), kompor dengan pembakaran sempurna, seperti &lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Ichi-I Infra Red Stove&lt;/span&gt; dan sebisa mungkin gunakan mobil irit BBM dan ramah lingkungan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;3.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Bawa tas kain sendiri&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sampah plastik amat sulit terurai di alam dan bila dibakar, plastik akan melepas zat racun. Mungkin kita masih sulit &lt;em&gt;say no&lt;/em&gt; pada produk berbungkus plastik. Tapi Anda masih bisa mengurangi penggunaan sampah plastik. Caranya, selalu bawa tas kain khusus saat berbelanja&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;4.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Transportasi Hijau&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Untuk jarak tidak terlalu jauh, lebih baik jalan kaki atau naik sepeda saja! Atau gunakan kendaraan umum. Maksimalkan kapasitas penumpang mobil Anda. Selain mengurangi kemacetan, ini bisa meminimalkan penggunaan kendaraan, yang berarti menguragi emisi karbondioksida.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;5.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Tanam Pohon&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Pohon dan tanaman adalah pabrik oksigen alami. Jika tiap rumah tangga menanam dua pohon saja, akan memberikan kontribusi besar bagi bumi untuk mengurangi pemanasan global.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;6.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Matikan perangkat elektronik&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Matikan lampu dan ganti bohlam ke jenis lampu CFL karena hemat energi sampai 60%. Cabut semua sambungan listrik dari peralatan elektronik setelah selesai digunakan. Hilangkan kebiasaan meninggalkan dalam keadan &lt;em&gt;stand by&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;7.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Kurangi pemakaian AC&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Cuaca panas membuat jumlah penggunaan AC atau pendingin semakin besar. Padahal dengan desain tertentu, seperti meninggikan langit-langit rumah, dapat membuat sirkulasi udara berjalan lebih baik. Untuk mengurangi pemakaian AC, gunakan kipas atau buka jendela untuk aliran udara.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Ichi-I Infra Red Stove&lt;/span&gt; VS &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Kompor Gas Biasa&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;kompor gas biasa&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; yang terjadi adalah pembakaran tidak sempurna, dimana pada pembakaran itu tidak semua gas (hampir 1/2 dari gas yang dialirkan terbuang percuma) dapat terbakar. Selain terjadi pemborosan gas, pembakaran tidak sempurna juga mengakibatkan terbentuknya karbon monoksida (CO) dan nitrogen oksida (NOx). Gas-gas tersebut selain berbahaya bagi kesehatan juga merupakan penyebab efek gas rumah kaca yang dapat berpengaruh langsung terhadap pemanasan global.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sedangkan modifikasi bentuk alat pembakaran dan piring keramik yang memiliki ribuan lubang pada &lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Ichi-I Infra Red Stove&lt;/span&gt; memastikan gas dapat bercampur udara secara sempurna sebelum terjadi pembakaran. Dimana proses pembakaran adalah percampuran gas yang bergerak melalui lubang-lubang piring keramik setelah pembakaran akan disuplai udara lagi, sehingga proses pembakaran berlangsung secara sempurna, sehingga mencegah timbulnya &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;karbon monoksida (CO)&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;nitrogen oksida (NOx).&lt;/span&gt; Selain itu proses pembakaran yang sempurna dapat menjadikan kompor ini lebih hemat gas (sampai 30%), dan tidak membuat dasar peralatan masak juga perkakas dapur dan lingkungan sekitar karena tidak terbentuk karbon bebas. TIdak hanya hemat gas, &lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);"&gt;Ichi-I Infra Red Stove&lt;/span&gt; juga ramah lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;table width="100%" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="td_bodyt" style="border-bottom: 1px dotted rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;a href="http://blogboleh.com/sebelasagustus/entry/Stop-Global-WarmingMulailah-dari-diri-sendiri"&gt;&lt;span class="head_title"&gt;Stop Global Warming...Mulailah dari diri sendiri..&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;               &lt;/td&gt;                   &lt;/tr&gt;                   &lt;tr&gt;                     &lt;td class="td_body" align="right"&gt;                              &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;/tr&gt;                   &lt;tr&gt;                     &lt;td class="td_body"&gt;&lt;table style="width: 376px; height: 1052px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;                       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                         &lt;td&gt;&lt;div class="Section1"&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Kamu ingin melakukan sesuatu untuk membantu menghentikan pemanasan global? Berikut ini adalah 9 hal yang dapat kamu lakukan dan berapa banyak pengeluaran karbon dioksida yang kamu hemat dengan melakukan hal tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Ganti Lampu dirumah kamu&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Mengganti sebuah lampu pijar biasa dengan lampu TL akan menghemat pengeluaran 150 pound gas karbon dioksida per tahun&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Kurangi berkendara motor &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Berjalan kaki , bersepeda, atau menggunakan kendaraan umum lebih sering. Kamu akan menghemat pengeluaran 1 pound gas karbon dioksida untuk setiap satu mil berkendara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Lebih banyak mendaur ulang &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Kamu dapat menghemat 2400 pound gas karbon dioksida pertahun dengan mendaur ulang setengah dari sampah rumah tanggamu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Periksa ban kendaraan &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Dengan menjaga ban kendaraanmu terisi dengan seharusnya dapat mengurangi gas buangan yang dihasilkan lebih dari 3% untuk setiap milnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Mengurangi penggunaan air panas &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Dibutuhkan lebih banyak energi untuk memanaskan air. Dengan mengurangi penggunaan air panas akan menghemat pengeluaran gas karbondioksida sebanyak 350 pound setiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Hindari menggunakan produk yang menghasilkan sampah &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Kamu dapat menghemat pengeluaran gas karbondioksida sebanyak 1200 pound gas karbon dioksida dengan mengurangi samapah mu 10%.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Sesuaikan thermostat &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Naikkan 2 derajat pengatur suhu udara di musim dingin, dan naikkan 2 derajat pengatur suhu udara di musim panas akan menghemat pengeluaran 2000 pound gas dioksida setiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. Tanamlah pohon &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sebuah pohon akan menghirup 1 ton gas Carbon dioksida selama hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9. Matikan peralatan listrik &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Default" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Matikan televisimu,DVD player, stereo dan computer ketika tidak dibutuhkan akan menghemat pengeluaran gas karbon dioksida sebanyak ribuan pound setiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana ???&lt;br /&gt;siap menjadi pembela bumi...??&lt;br /&gt;Let's do it..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Stop Global Warming&lt;/span&gt; and &lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;Save the Earth&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3171362060671511485-5441261482057315487?l=racetostopglobalwarming.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://racetostopglobalwarming.blogspot.com/feeds/5441261482057315487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3171362060671511485&amp;postID=5441261482057315487' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3171362060671511485/posts/default/5441261482057315487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3171362060671511485/posts/default/5441261482057315487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://racetostopglobalwarming.blogspot.com/2009/02/stop-global-warming-lewat-tindakan.html' title=''/><author><name>ardikiDd</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01504571003169781399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_-ko6Ju5PIYk/StVvAZHHpeI/AAAAAAAAADQ/wNzF7avoCgU/S220/DSCN3423.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3171362060671511485.post-4035809113903325033</id><published>2009-02-28T06:30:00.000-08:00</published><updated>2009-02-28T06:32:04.996-08:00</updated><title type='text'>Stop Global Warming From Small Things</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-ko6Ju5PIYk/SaP3zWNeNcI/AAAAAAAAABs/-sbaotCbQNg/s1600-h/stopglobal-thumb.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-ko6Ju5PIYk/SaP3zWNeNcI/AAAAAAAAABs/-sbaotCbQNg/s400/stopglobal-thumb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306357247480051138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: georgia;" class="titlepost"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Client/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///E:/stopglobal-thumb.jpg" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;DID YOU KNOW THAT .....&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; 1. Tidak menancapkan colokan listrik walaupun ketika alat elektronik itu dimatikan = menghemat 40-50% biaya listrik yang harus anda bayarkan tiap bulannya. Dan berarti pula, mengurangi panas yang timbul dari alat elektronik yang merembet ke pemanasan global.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; 2. Kantong plastik butuh waktu 1000 tahun untuk terurai di TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Sekitar 300 juta buah kantong plastik dibuang tiap tahunnya di Indonesia. Belum lagi yang dibuang di sungai belakang rumah dan tempat2 yang tidak semestinya. Dan 10kg kertas koran yang siap di jual loakan membutuhkan 1 pohon yang butuh waktu 10 tahun untuk jadi besar. Bayangkan yang terjadi dengan ilegal logging. How many trees has been cut down for you? Imagine how they make the world hotter?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; 3. Ketika kamu membeli 1 liter air mineral di supermarket = beli 5 liter air. Tanya kenapa? Karena di pabrik, untuk mendinginkan botol plastik panas yang baru dicetak, membutuhkan 5 liter air. Kode botol apa yang aman digunakan sebagai botol air? Lihat tanda dibawah botol, cari nomor 2,3 atau 4. Selain nomor-nomor itu, they are not safe, karena sama aja kamu makan plastik!!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; 4. Tissue yang sudah di pakai tidak bisa di recycle. Begitu juga karton-karton yang bekas kena minyak, makanan, kue, minuman. They are only a waste, yang mau tidak mau tanahlah yang harus merecycle.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Perkiraan orang memakai tissue 6 lembar sehari, 2.200 lembar setahun. Berarti kira-kira 44 milyar lembar dipakai seluruh Indonesia setahun. Kalau kita menghemat 1 lembar saja tiap hari, berarti kita mengurangi sampah kertas sebanyak 7 milyar setahun... Hebat kan ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; 5. Be Green on ATM? Kalau di BCA kan ada yang ambil duit tidak pake receipt atau be samart dengan ransfer lewat internet banking atau mobile banking. 8 milyar kali transaksi di ATM yang mengeluarkan kertas receipt tiap tahun adalah salah satu sumber sampah terbesar didunia. Kalau selama setahun orang transaksi tidak pakai kertas receipt, itu akan menghemat satu roll besar kertas yang bisa buat melingkari garis equator sampe 15 kali. Wow!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; 6. Minimal punya 2 macam tempat sampah dirumah sehingga bias membantu mengurangi polusi air, udara dan tanah. Pisahkan sampah basah (sisa makanan dan masakan, daun, minuman) dan sampah kering ( botol, plastik, kertas, kaca)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Lebih baik lagi untuk memisahkan sampah menurut 4 kelas :&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; - Plastik ( pembungkus makanan, kantong kresek, kantong belanjaan)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; - Rumah tangga ( tulang ayam, sisa capcay, makanan basi)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; - Kertas (pembungkus gorengan, popok bayi, tisue yang sudah dipakai)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; - Buku bekas catatan, kertas-kertas tagihan, koran, kertas iklan sebaiknya disendirikan untuk dijual&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; - Logam (kaleng susu, kaleng makanan) dan kaca.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Hanya butuh waktu 2 bulan untuk menjadikan sampah rumah tangga menjadi kompos yang bisa dipakai lagi untuk pupuk tanaman .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; 7. Polar Bear / Beruang Kutub tidak bisa berenang. Tapi karena global warming di Kutub Utara, mereka harus berenang 30km untuk mencari es tempat berteduh.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Watch DISCOVERY CHANNEL : PLANET EARTH. Pasti nangis deh melihat perjuangan seekor beruang kutub yang akhirnya mati karena kelelahan mencari daratan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Is that the world you will leave for your children?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; The most important thing, be smart for the sake of our selves!&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Save the world, save our life, save our children!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3171362060671511485-4035809113903325033?l=racetostopglobalwarming.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://racetostopglobalwarming.blogspot.com/feeds/4035809113903325033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3171362060671511485&amp;postID=4035809113903325033' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3171362060671511485/posts/default/4035809113903325033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3171362060671511485/posts/default/4035809113903325033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://racetostopglobalwarming.blogspot.com/2009/02/stop-global-warming-from-small-things.html' title='Stop Global Warming From Small Things'/><author><name>ardikiDd</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01504571003169781399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_-ko6Ju5PIYk/StVvAZHHpeI/AAAAAAAAADQ/wNzF7avoCgU/S220/DSCN3423.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-ko6Ju5PIYk/SaP3zWNeNcI/AAAAAAAAABs/-sbaotCbQNg/s72-c/stopglobal-thumb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3171362060671511485.post-2260766993804336429</id><published>2009-02-28T06:27:00.000-08:00</published><updated>2009-02-28T06:29:40.826-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h2 class="posttitle"&gt;Global &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Warming&lt;/span&gt; - &lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Apa&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;mengapa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;      &lt;p class="postmetadata"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;&lt;img src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2008/02/global_warming.gif" alt="global_warming.gif" width="200" align="left" /&gt;Sejak dikenalnya ilmu mengenai iklim, para ilmuwan telah mempelajari bahwa ternyata iklim di Bumi selalu berubah. Dari studi tentang jaman es di masa lalu menunjukkan bahwa iklim bisa berubah dengan sendirinya, dan berubah secara radikal. Apa penyebabnya? Meteor jatuh? &lt;a href="http://langitselatan.com/2007/05/02/iklim-global-dan-iklim-matahari/" target="_blank"&gt;Variasi panas Matahari&lt;/a&gt;&lt;http:&gt;? Gunung meletus yang menyebabkan awan asap? Perubahan arah angin akibat perubahan struktur muka Bumi dan arus laut? Atau karena komposisi udara yang berubah? Atau sebab yang lain? &lt;/http:&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;http:&gt;Sampai baru pada abad 19, maka studi mengenai iklim mulai mengetahui tentang kandungan gas yang berada di atmosfer, disebut sebagai gas rumah kaca, yang bisa mempengaruhi iklim di Bumi.&lt;/http:&gt; Apa itu gas rumah kaca?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebetulnya yang dikenal sebagai ‘gas rumah kaca’, adalah suatu efek, dimana molekul-molekul yang ada di atmosfer kita bersifat seperti memberi efek rumah kaca. Efek rumah kaca sendiri, seharusnya merupakan efek yang alamiah untuk menjaga temperatur permukaaan Bumi berada pada temperatur normal, sekitar 30°C, atau kalau tidak, maka tentu saja tidak akan ada kehidupan di muka Bumi ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada sekitar tahun 1820, bapak Fourier menemukan bahwa atmosfer itu sangat bisa diterobos (permeable) oleh cahaya Matahari yang masuk ke permukaan Bumi, tetapi tidak semua cahaya yang dipancarkan ke permukaan Bumi itu bisa dipantulkan keluar, radiasi merah-infra yang seharusnya terpantul terjebak, dengan demikian maka atmosfer Bumi menjebak panas (prinsip rumah kaca).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tiga puluh tahun kemudian, bapak Tyndall menemukan bahwa tipe-tipe gas yang menjebak panas tersebut terutama adalah karbon-dioksida dan uap air, dan molekul-molekul tersebut yang akhirnya dinamai sebagai gas rumah kaca, seperti yang kita kenal sekarang. Arrhenius kemudian memperlihatkan bahwa jika konsentrasi karbon-dioksida dilipatgandakan, maka peningkatan temperatur permukaan menjadi sangat signifikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semenjak penemuan Fourier, Tyndall dan Arrhenius tersebut, ilmuwan semakin memahami bagaimana gas rumah kaca menyerap radiasi, memungkinkan membuat perhitungan yang lebih baik untuk menghubungkan konsentrasi gas rumah kaca dan peningkatan Temperatur. Jika konsentrasi karbon-dioksida dilipatduakan saja, maka temperatur bisa meningkat sampai 1°C.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi, atmosfer tidaklah sesederhana model perhitungan tersebut, kenyataannya peningkatan temperatur bisa lebih dari 1°C karena ada faktor-faktor seperti, sebut saja, perubahan jumlah awan, pemantulan panas yang berbeda antara daratan dan lautan, perubahan kandungan uap air di udara, perubahan permukaan Bumi, baik karena pembukaan lahan, perubahan permukaan, atau sebab-sebab yang lain, alami maupun karena perbuatan manusia. Bukti-bukti yang ada menunjukkan, atmosfer yang ada menjadi lebih panas, dengan atmosfer menyimpan lebih banyak uap air, dan menyimpan lebih banyak panas, memperkuat pemanasan dari perhitungan standar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejak tahun 2001, studi-studi mengenai dinamika iklim global menunjukkan bahwa paling tidak, dunia telah mengalami pemanasan lebih dari 3°C semenjak jaman pra-industri, itu saja jika bisa menekan konsentrasi gas rumah kaca supaya stabil pada 430 ppm CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;e (ppm = part per million = per satu juta ekivalen CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; - yang menyatakan rasio jumlah molekul gas CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; per satu juta udara kering). Yang pasti, sejak 1900, maka Bumi telah mengalami pemanasan sebesar 0,7°C.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu, jika memang terjadi pemanasan, sebagaimana disebut; yang kemudian dikenal sebagai pemanasan global, (atau dalam istilah populer bahasa Inggris, kita sebut sebagai Global Warming): Apakah merupakan fenomena alam yang tidak terhindarkan? Atau ada suatu sebab yang signfikan, sehingga menjadi ‘populer’ seperti sekarang ini? Apakah karena Al Gore dengan filmnya &lt;a href="http://langitselatan.com/2007/04/24/dalam-rangka-memperingati-hari-bumi-inconvenient-truth/" target="_blank"&gt;&lt;em&gt;“An Inconvenient Truth”&lt;/em&gt;&lt;/a&gt; &lt;http:&gt; yang mempopulerkan global warming? Tentunya tidak sesederhana itu.&lt;/http:&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perlu kerja-sama internasional untuk bisa mengatakan bahwa memang manusia-lah yang menjadi penyebab utama terjadinya pemanasan global. Laporan IPCC (&lt;em&gt;Intergovernmental Panel on Climate Change&lt;/em&gt;) tahun 2007, menunjukkan bahwa secara rata-rata global aktivitas manusia semenjak 1750 menyebabkan adanya pemanasan. Perubahan kelimpahan gas rumah kaca dan aerosol akibat radiasi Matahari dan keseluruhan permukaan Bumi mempengaruhi keseimbangan energi sistem iklim. Dalam besaran yang dinyatakan sebagai &lt;em&gt;Radiative Forcing&lt;/em&gt; sebagai alat ukur apakah iklim global menjadi panas atau dingin (warna merah menyatakan nilai positif atau menyebabkan menjadi lebih hangat, dan biru kebalikannya), maka ditemukan bahwa akibat kegiatan manusia-lah (antropogenik) yang menjadi pendorong utama terjadinya pemanasan global (Gb.1).&lt;/p&gt; &lt;div class="imagecaptioneasy imagecaptioneasy_nowrap" style="width: 500px;"&gt;&lt;img src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2008/02/ipcc2007.jpg" alt="Hasil perhitungan perkiraan agen pendorong terjadinya pemanasan global dan mekanismenya (kolom satu), berdasarkan pengaruh radiasi (Radiative Forcing), dalam satuan Watt/m^2, untuk sumber antropogenik dan sumber yang lain, tanda merah dan nilai positif dari kolom dua dan tiga  berarti sumbangan pada pemanasan, sedangkan biru adalah efek kebalikannya. Kolom empat menyatakan dampak pada skala geografi, sedangkan kolom kelima menyatakan tingkat pemahaman ilmiah (Level of Scientific Understanding), Sumber: Laporan IPCC, 2007." width="500" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Hasil perhitungan perkiraan agen pendorong terjadinya pemanasan global dan mekanismenya (kolom satu), berdasarkan pengaruh radiasi (Radiative Forcing), dalam satuan Watt/m^2, untuk sumber antropogenik dan sumber yang lain, tanda merah dan nilai positif dari kolom dua dan tiga berarti sumbangan pada pemanasan, sedangkan biru adalah efek kebalikannya. Kolom empat menyatakan dampak pada skala geografi, sedangkan kolom kelima menyatakan tingkat pemahaman ilmiah (Level of Scientific Understanding), Sumber: Laporan IPCC, 2007.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Dari gambar terlihat bahwa karbon-dioksida adalah penyumbang utama gas kaca. Dari masa pra-industri yang sebesar 280 ppm menjadi 379 ppm pada tahun 2005. Angka ini melebihi angka alamiah dari studi perubahan iklim dari masa lalu (paleoklimatologi), dimana selama 650 ribu tahun hanya terjadi peningkatan dari 180-300 ppm. Terutama dalam dasawarsa terakhir (1995-2005), tercatat peningkatan konsentrasi karbon-dioksida terbesar pertahun (1,9 ppm per tahun), jauh lebih besar dari pengukuran atmosfer pada tahun 1960, (1.4 ppm per tahun), kendati masih terdapat variasi tahun per tahun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumber terutama peningkatan konsentrasi karbon-dioksida adalah penggunaan bahan bakar fosil, ditambah pengaruh perubahan permukaan tanah (pembukaan lahan, penebangan hutan, pembakaran hutan, mencairnya es). Peningkatan konsentrasi metana (CH4), dari 715 ppb (part per billion= satu per milyar) di jaman pra-industri menjadi 1732 ppb di awal 1990-an, dan 1774 pada tahun 2005. Ini melebihi angka yang berubah secara alamiah selama 650 ribu tahun (320 - 790 ppb). Sumber utama peningkatan metana pertanian dan penggunaan bahan bakar fosil. Konsentrasi nitro-oksida (N&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O) dari 270 ppb - 319 ppb pada 2005. Seperti juga penyumbang emisi yang lain, sumber utamanya adalah manusia dari agrikultural. Kombinasi ketiga komponen utama tersebut menjadi penyumbang terbesar pada pemanasan global.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kontribusi antropogenik pada aerosol (sulfat, karbon organik, karbon hitam, nitrat and debu) memberikan efek mendinginkan, tetapi efeknya masih tidak dominan dibanding terjadinya pemanasan, disamping ketidakpastian perhitungan yang masih sangat besar. Demikian juga dengan perubahan ozon troposper akibat proses kimia pembentukan ozon (nitrogen oksida, karbon monoksida dan hidrokarbon) berkontribusi pada pemanasan global. Kemampuan pemantulan cahaya Matahari (albedo), akibat perubahan permukaan Bumi dan deposisi aerosol karbon hitam dari salju, mengakibatkan perubahan yang bervariasi, dari pendinginan sampai pemanasan. Perubahan dari pancaran sinar Matahari (solar irradiance) tidaklah memberi kontribusi yang besar pada pemanasan global.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian, maka dapat dipahami bahwa memang manusia yang berperanan bagi nasibnya sendiri, karena pemanasan global terjadi akibat perbuatan manusia sendiri. Lalu bagaimana dampak Global Warming bagi kehidupan? Alur waktu prediksi dan dampak dari perspektif sains dapat dibaca pada bagian kedua tulisan ini.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="aizattos_related_posts"&gt;&lt;span class="aizattos_related_posts_header"&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 128);"&gt;&lt;b&gt;Artikel Terkait&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="aizattos_related_posts_title"&gt;&lt;a href="http://langitselatan.com/2008/05/01/earth-lets-fall-in-love-with-our-lucky-planet-again/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Earth: Let’s Fall In Love With Our Lucky Planet… Again"&gt;Earth: Let’s Fall In Love With Our Lucky Planet… Again&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="aizattos_related_posts_excerpt"&gt;"Of all the planets in our universe, there is only one we know can support life. Just the right dist...&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="aizattos_related_posts_title"&gt;&lt;a href="http://langitselatan.com/2007/04/24/dalam-rangka-memperingati-hari-bumi-inconvenient-truth/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Dalam Rangka Memperingati Hari Bumi: Inconvenient Truth"&gt;Dalam Rangka Memperingati Hari Bumi: Inconvenient Truth&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="aizattos_related_posts_excerpt"&gt;Kelas Filsafat Sains Program Magister Astronomi ITB mengadakan kegiatan (bagian dari diskusi rutin p...&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="aizattos_related_posts_title"&gt;&lt;a href="http://langitselatan.com/2008/01/23/global-warming-2007-tahun-terpanas-kedua-di-bumi/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Global Warming 2007, Tahun Terpanas Kedua di Bumi"&gt;Global Warming 2007, Tahun Terpanas Kedua di Bumi&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="aizattos_related_posts_excerpt"&gt;Menurut para ahli klimatologi di NASA, tahun 2007 merupakan tahun kedua terpanas pada abad ini, bers...&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="aizattos_related_posts_title"&gt;&lt;a href="http://langitselatan.com/2008/05/15/ulah-manusia-mengubah-iklim-global/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Ulah Manusia Mengubah Iklim Global"&gt;Ulah Manusia Mengubah Iklim Global&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="aizattos_related_posts_title"&gt;&lt;a href="http://langitselatan.com/2007/05/02/iklim-global-dan-iklim-matahari/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Iklim Global"&gt;Iklim Global&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3171362060671511485-2260766993804336429?l=racetostopglobalwarming.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://racetostopglobalwarming.blogspot.com/feeds/2260766993804336429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3171362060671511485&amp;postID=2260766993804336429' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3171362060671511485/posts/default/2260766993804336429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3171362060671511485/posts/default/2260766993804336429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://racetostopglobalwarming.blogspot.com/2009/02/global-warming-apa-dan-mengapa-sejak.html' title=''/><author><name>ardikiDd</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01504571003169781399</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_-ko6Ju5PIYk/StVvAZHHpeI/AAAAAAAAADQ/wNzF7avoCgU/S220/DSCN3423.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
